covid-19

Naik Kapal Perintis di Ambon, Penumpang Tidur dengan Hewan Ternak

KBR68H, Ambon - Anggota DPR-RI asal daerah pemilihan Maluku, Edison Beatubun, mengeluhkan kondisi kelayakan kapal perintis yang melayari rute Ambon tujuan sebagian besar wilayah tenggara hingga ke selatan daya Maluku.

NUSANTARA

Rabu, 30 Okt 2013 08:16 WIB

Naik Kapal Perintis di Ambon, Penumpang Tidur dengan Hewan Ternak

kapal perintis, ambon, penumpang, tidur dengan ternak

KBR68H, Ambon - Anggota DPR-RI asal daerah pemilihan Maluku, Edison Beatubun, mengeluhkan kondisi kelayakan kapal perintis yang melayari rute  Ambon tujuan sebagian besar wilayah tenggara hingga ke selatan daya  Maluku.

Kata dia, para penumpang yang menggunakan kapal terutama kapal perintis, dari wilayah selatan menyinggahi beberapa pulau tujuan kota Ambon harus tidur bersatu dengan hewan ternak seperti sapi, kambing, babi dan lainnya.

Kondisi ini, menurut Edison Betaubun sangat tidak layak. Untuk itu pemerintah provinsi Maluku diminta lebih memperhatikan dan memperbaiki sarana transportasi perhubungan terutama kapal-kapal yang melayari rute menyusuri wilayah tenggara hingga ke kawasan selatan daya.

“Kondisi ini sudah berlangsung puluhan tahun bahkan sejak masih  sekolah, dan saat ini masih saya temukan.Saya sendiri mengalami sekembalinya saya dari kabupaten Maluku Barat Daya ke Soumlaki, saya saksikan penumpang harus tidur berbagi tempat dengan sapi, kambing dan babi,” kata Betaubun.

Ia berharap Pemprov Maluku dalam hal ini Dinas Perhubungan segera memperbaiki transportasi pelayaran agar memberikan rasa nyaman bagi masyarakat pengguna.

Ia mengatakan penambahan armada penyeberangan antar pulau juga perlu diadakan mengingat sebagian wailayah tenggara hingga selatan daya terdiri dari pulau pulau.

Selain perbaikan transportasi Pemprov juga diminta membangun dermaga pelabuhan sehingga dapat disingahi baik kapal perintis, Pelni maupun  kapal-kapal tradisional.

Ia menyebutkan komisi XI DPR-RI akan mendukung pemerintah provinsi Maluku mengupayakan pengadaan kapal baru. Ini bertujuan  memperbaiki model tranportasi di daerah ini, sehingga  layak digunakan oleh masyarakat. Karena, kata dia, rentang kendali Maluku yang luas wilayahnya 94,% adalah laut, sekaligus memperndek jarak rentang kendali dan waktu tempuh antar satu wilyah dengan wilayah lain.

Sumber: Radio DMS Ambon

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

DE-SI (Depresi to Prestasi)

War On Drugs

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10