Lurah Susan Potong Hewan Kurban di Kelurahan Lenteng Agung

KBR68H, Jakarta

NUSANTARA

Rabu, 16 Okt 2013 11:25 WIB

Author

Sutami

Lurah Susan Potong Hewan Kurban di Kelurahan Lenteng Agung

Lurah Susan, Hewan Kurban, Kelurahan Lenteng Agung

KBR68H, Jakarta – Yayasan Denny JA, sebuah yayasan yang memperjuangkan Indonesia tanpa diskriminasi, pagi ini menggelar pemotongan hewan Kurban di Kelurahan Lenteng Agung, tempat Lurah Susan Jasmine Zulkifli berkantor.

Direktur Yayasan Denny JA, Novriantoni Kahar mengatakan Kantor Lurah Lenteng Agung sengaja dipilih sebagai lokasi pemotongan hewan kurban untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap Lurah Susan. Selama ini Lurah Susan menurut Novri menjadi korban intrik politik segelintir orang yang mengatasnamakan agama.

"Diakan butuh dukungan moral. Dia kan pejabat yang sebetulnya tidak ada masalah, kecil-kecilan aja. Levelnya kelurahan. Mungkin tidak kenal juga intrik-intrik politik, kemudian dijadikan prahara seperti ini. Kita perlu memberikan dukungan moral yang konkrit dan kebetulan ada momen yang ini kan Idul Adha, kemudian kurban. Kita sambil memaknai ulang ibadah kurban,”jelas Novri

Lurah Susan Jasmine Zulkifli beberapa kali ditolak sekelompok orang yang mengatasnamakan warga Lenteng Agung. Penolakan dilakukan lewat aksi demo. Kelompok ini menilai Lurah Susan tak berhak memimpin warga Lenteng Agung karena bukan seorang muslim.

Gubernur Joko Widodo tak menggubris penolakan tersebut. Ia menilai mutasi Lurah Susan baru akan dilakukan setelah ada penilaian atas kinerjanya setelah enam bulan bekerja. Penilaian akan dilakukan lewat survey indeks pemerintahan.

Editor: Suryawijayanti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8