KPAI: Jokowi Prihatin Nasib Monyet, Kapan Pikirkan Anak Jalanan?

KBR68H,Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia KPAI menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lebih memperhatikan nasib monyet dibandingkan anak jalanan di Jakarta.

NUSANTARA

Minggu, 20 Okt 2013 11:25 WIB

Author

Sasmito Madrim

KPAI: Jokowi Prihatin Nasib Monyet, Kapan Pikirkan Anak Jalanan?

topeng monyet, monyet, kpai, anak jalanan, jokowi

KBR68H,Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia KPAI menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lebih memperhatikan nasib monyet dibandingkan anak jalanan di Jakarta. Hal ini disampaikan terkait kebijakan Gubernur DKI Jakarta Jokowi yang berencana membebaskan eksploitasi monyet di jalanan Jakarta.

Ketua divisi pengawasan KPAI, M Ikhsan mengatakan, Pemprov DKI Jakarta seharusnya memberikan perhatian yang sama kepada anak jalanan dengan memberikan perlindungan kepada mereka.

"Kita harus mendukung program ini karena bagaimanapun juga harus ada cara-cara tepat agar tidak terjadi eksploitasi membahayakan monyet itu. Tapi di sisi lain kita juga berharap kesungguhan yang ditunjukkan Gubernur Jakarta sama yang ditunjukkan kepada anak-anak jalanan. Karena sampai hari ini anak jalanan belum bisa kita bebaskan. Ini lebih mendesak dari fakta banyaknya monyet di jalanan Jakarta," ujar M Ikhsan saat dihubungi KBR68H, Minggu (20 Oktober 2013)

Ketua divisi pengawasan KPAI M Ikhsan menambahkan, hingga saat ini Pemprov DKI juga belum memiliki program yang tepat dalam penanggulangan anak jalanan.

Iksan berharap masyarakat internasional dapat menegur Pemprov DKI tentang maraknya anak jalanan di Jakarta. Sehingga mereka akan mendapat perhatian yang sama dengan kasus eksploitasi monyet di jalanan Jakarta.


Editor : Rony Rahmatha

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 8

10 Anak Tersangka Kerusuhan 22 Mei Layak Mendapat Diversi

Kabar Baru Jam 7

News Beat

Kabar Baru Jam 20