covid-19

Januari 2014, PLN Operasikan Dua PLTMH di Kaltim

KBR68H, Nunukan - PT PLN wilayah Kalimantan Timur bakal mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Beranda I dan PLTMH Beranda II di Sungai Paramayo, Kalimantan Utara, Januari tahun depan.

NUSANTARA

Selasa, 29 Okt 2013 22:08 WIB

Januari 2014, PLN Operasikan Dua PLTMH di Kaltim

pltn, microhidro, akalimantan timur

KBR68H, Nunukan - PT PLN wilayah Kalimantan Timur bakal mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Beranda I dan PLTMH Beranda II di Sungai Paramayo, Kalimantan Utara, Januari tahun depan. General Manager PT PLN Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Nyoman Astawa mengatakan, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro tersebut nantinya akan memasok seluruh kebutuhan listrik warga perbatasan di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. (Baca: Pemadaman Listrik Bergilir di Kalbar Hingga Akhir Oktober)

“PLTMH itu kita sebut beranda satu, itu sudah beroperasi. Bulan Januari ada dua lagi PLTMH beranda dua dan beranda tiga di sungai yang sama di Paramayo itu bisa beroperasi. Jadi nanti Krayan itu akan menjadi satu satunya system kelistrikan seratus persen dilayani dengan air, " kata Nyoman Astawa kepada KBR68H, Selasa (29/10).

General Manager PT PLN Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Nyoman Astawa menambahkan, ketiga PLTMH itu nantinya akan menghasilkan daya 153 kilowatt, sementara beban puncak di Krayan sebesar 88 kilowatt. Sebelumnya, pemadaman bergilir dilakukan oleh PLN di beberapa wilayah di Kalimantan. Juru bicara PLN Wilayah Kaltim dan Kaltara, Imam Taufik mengatakan, PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir untuk wilayah yang tergabung dalam sistem Mahakam yakni Kota Balikpapan, Samarinda dan Tenggarong. Kata dia, pemadaman bergilir tersebut, akan berlangsung selama tiga minggu ke depan.

Editor: Nanda Hidayat

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Layanan Identitas Kependudukan bagi Kelompok Transpuan

Kabar Baru Jam 8

Seruan untuk Lindungi Nakes di Daerah Rawan

Kabar Baru Jam 10