Bagikan:

Ingin Digusur TNI, Warga Pejambon Ngotot Tak Mau Pindah

KBR68H, Jakarta - Ratusan warga Pejambon, Jakarta Pusat bersikeras tetap tinggal di rumah mereka meski terancam digusur.

NUSANTARA

Minggu, 27 Okt 2013 14:37 WIB

Author

Sasmito

Ingin Digusur TNI, Warga Pejambon Ngotot Tak Mau Pindah

kekerasan TNI, penggusuran, jokowi

KBR68H, Jakarta - Ratusan warga Pejambon, Jakarta Pusat bersikeras tetap tinggal di rumah mereka meski terancam digusur.

Sebelumnya, TNI Angkatan Darat memberi tenggat pengosongan besok. Salah seorang warga Pejambon Jefri mengatakan, pihaknya bersikeras jika rencana penggusuran yang dilakukan oleh pihak TNI AD tak didasari oleh alasan yang jelas. Dirinya mengharapkan niat baik dari pihak TNI AD untuk berdialog bersama dan menyelesaikan persoalan lahan tersebut.

“Kita akan bertahan sampai titik kebenaran muncul apapun yang terjadi resikonya kita akan bertahan. Kita di sini juga sudah ada warga yang telah menerima kerohiman tersebut, itu karena tekanan-tekanan, karena omongan mereka memang belum dengan kekasaran tapi itu lebih pahit karena itu menyerang syaraf, jadi banyak warga kita yang syarafnya langsung diserang dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab tadi,” kata Jefri saat dihubungi KBR68H, Minggu (27/10).

Kemarin, ratusan warga Pejambon menggelar aksi di depan gedung DPR/MPR RI di senayan. Mereka meminta perlindungan terkait rencana penggusuran yang dilakukan Direktorat Perhubungan Darat dan TNI Angkatan Darat diwilayah mereka. Tanah Koordinator Aksi, Rahman mengatakan, warga sering mendapat intimidasi dari pihak TNI dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. Kata dia, pihaknya bisa memastikan bahwa rumah yang sudah ditempati oleh warga tersebut adalah bukan rumah dinas TNI AD. Sebab warga sudah menempati wilayah tersebut sejak tahun 1958.


Editor: Pebriansyah Ariefana

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?