Ikan di Bantul Diduga Diracun

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bantul. Provinsi Yogyakarta, menduga matinya ratusan ikan di Sungai Bedog yang melintasi Desa Guwosari, Pajangan akibat ulah peracun ikan bukan limbah tebu seperti yang selama ini disangkakan warga.

NUSANTARA

Jumat, 18 Okt 2013 11:03 WIB

Author

Star Jogya

Ikan di Bantul Diduga Diracun

Ikan, Bantul, Diracun, Yogyakarta

KBR68H, Yogya – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bantul. Provinsi Yogyakarta, menduga matinya ratusan ikan di Sungai Bedog yang melintasi Desa Guwosari, Pajangan akibat ulah peracun ikan bukan limbah tebu seperti yang selama ini disangkakan warga.

Kepala BLH Bantul, Suwito mengatakan, lembaganya sejak Rabu lalu (16/10) telah memeriksa kondisi di Sungai Bedok. BLH menemukan ikan jenis sapu-sapu juga ikut mati tak hanya ikan jenis lainnya. Padahal ikan sapu-sapu paling tahan terhadap pencemaran dibanding ikan lainnya.

Dugaan sementara, kejadian matinya ratusan ikan pada Senin lalu (14/10) malam akibat ulah orang tak dikenal yang menebar racun di sungai. “Jenis racunnya bisa potasium, kalau hanya pencemaran akibat limbah tebu ikan Sapu-Sapu pasti enggak akan ikut mati,” terangnya, Kamis (17/10).

Sementara dugaan matinya ikan akibat limbah tebu pabrik gula Madukismo menurutnya belum dapat dipastikan karena hasil uji laboratorium belum keluar semua, baru sebagian. Selain itu lanjut Suwito, selama ini BLH ikut menguji limbah tebu pabrik gula yang dialirkan ke Sungai Bedog.

“Sebelum dikeluarkan [limbah] sering kita uji di laboratorium. Kalau keluar kondisinya harus baik,” ungkapnya.

Sumber: Star Jogja
Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Cerdik Kelola THR

Kabar Baru Jam 8

Soal Kerumunan, Kegiatan Ibadah dan Ancaman Virus Covid-19 Varian Baru

Jihad itu Sebenarnya Apa Sih?