Hewan Kurban di Kawasan TPA Tak Layak Dikonsumsi

Dinas Peternakan Jawa Tengah melarang menyembelih hewan kurban yang berada atau dipelihara di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

NUSANTARA

Minggu, 06 Okt 2013 20:47 WIB

Author

Novaeny Wulandari

Hewan Kurban di Kawasan TPA Tak Layak Dikonsumsi

Hewan Kurban, TPA, Tak Layak Dikonsumsi, Jawa Tengah

KBR68H, Jakarta - Dinas Peternakan Jawa Tengah melarang menyembelih hewan kurban yang berada atau dipelihara di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala Dinas Peternakan Jawa Tengah Witono mengatakan, hewan yang berada di TPA pasti memakan sampah organik maupun anorganik dan akan berpengaruh terhadap dagingnya.

"Sebetulnya tidak layaklah sapi itu digembalakan di sampah. Karena sampah itukan tidak hanya sampah yang organik saja, tapi ada juga sampah yang unorganik semua campur jadi satu disitu. Sehingga itu dagingnya ya kurang layak untuk dikonsumsi. ya saya kira kurang bagus, kalau memang terpaksa ya jangan digembalakan di tempat sampah. Kemudian selama dua bulan kita beri pakan rumput yang standar-lah." ujar Witono daat dihubungi KBR68H

Kepala Dinas Peternakan Jawa Tengah Witono khawatir jika hewan tersebut nantinya akan dijual ke luar Semarang. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada dinas peternakan di kabupaten dan kota mengawasi peredaran sapi untuk hewan kurban di pasaran.

Pemerintah Kota Semarang membenarkan jika ribuan sapi di Semarang digembalakan di pembuangan akhir Jatibarang, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Ngaliyan, Semarang. Ditakutkan daging sapi-sapi tersebut mengandung timbal yang berbahaya untuk dikonsumsi.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ramadan Kelabu Korban Gempa Malang

Kabar Baru Jam 7

Maqam Ibrahim: Mengaji Artefak Arkeologi

Kebebasan dalam Berpakaian

Kabar Baru Jam 8