Cegah Perkosaan, Ahok: Pasang CCTV di Seluruh Area Monas

KBR68H, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bakal memasang kamera CCTV di seluruh area Monas, Jakarta. Ini menyusul terjadinya kasus pemerkosaan di lokasi tersebut beberapa hari lalu.

NUSANTARA

Jumat, 04 Okt 2013 14:50 WIB

Author

Danu Mahardika

Cegah Perkosaan, Ahok: Pasang CCTV di Seluruh Area Monas

ahok, CCTV, perkosaan, monas

KBR68H, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bakal memasang kamera CCTV di seluruh area Monas, Jakarta. Ini menyusul terjadinya kasus pemerkosaan di lokasi tersebut beberapa hari lalu.

Kata dia, pengawasan melalui CCTV akan dilakukan oleh petugas Satpol PP di ruangan pusat pemantauan yang akan dibangun. Ahok berharap keamanan di area Monas dapat ditingkatkan dengan adanya CCTV ini

"Kita lagi selidiki masalahnya apa kok orang bisa nipu lalu masuk pakai ruangan kita. Itu kita mau tahu kok tidak ada yang jaga diruangan. (Ada peningkatan pengamanan?) kita mau pasang CCTV. Makanya saya sudah bilang ke Pol PP, Anda tidak bisa kalau cuma patroli keliling-keliling. Tidak mungkin itu. Kalau kita pelototin 20 titik dengan 3 shift saja 6 orang ya mana cukup itu. Harusnya 20 titik dipelototi 1 orang dengan CCTV," ujarnya di Balai Kota Jakarta, Jumat (4/10)

Sebelumnya M (16), seorang warga Banten, diperkosa dua orang pria yang mengaku sebagai intel. Kejadian itu terjadi saat M bersama beberapa temannya sedang bermain-main di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Kasus ini sudah dilaporkan ke Kepolisian Jakarta Pusat dan masih dalam penyelidikan.

Selain memperkosa, 2 pelaku yang mengaku sebagai intel polisi juga memeras korban. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, pelaku memperkosa korban di Ruang Monitor mesin pompa air mancur Taman Monas.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada