Buntu, Pembahasan UMR Kota Cirebon 2014

KBR68H, Cirebon - Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Cirebon belum bisa menetapkan besaran upah minimum kota (UMK) 2014 mendatang, menyusul belum tercapainya antara kaum pekerja dengan pengusaha.

NUSANTARA

Senin, 28 Okt 2013 11:11 WIB

Author

Radio Suara Gratia

Buntu, Pembahasan UMR Kota Cirebon 2014

UMR, kota cirebon, pembahasan, buntu

KBR68H, Cirebon - Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Cirebon belum bisa menetapkan besaran upah minimum kota (UMK) 2014 mendatang, menyusul belum tercapainya antara kaum pekerja dengan pengusaha.

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Cirebon mengajukan UMK Rp 1,250 juta di atas nominal Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Rp 1,226 juta. Sedangkan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan Rp 1,220 juta untuk UMK, lebih rendah dari KHL.

“Selama ini pihak pekerja selalu dirugikan dengan nominal UMK yang kerap di bawah nominal KHL,” keluh Ketua KSPSI Kota Cirebon, Atik Sunento.

Belum lagi, survei KHL dilakukan satu tahun sebelum UMK diputuskan. Ia melanjutkan, biasanya besaran KHL akan kembali naik pada awal tahun diberlakukannya UMK. Belum lagi, saat ini tarif dasar listrik (TDL) dan bahan bakar minyak (BBM) pun telah naik. Dia membeberkan, selama ini pihaknya tidak pernah menyinggung kebijakan kenaikan BBM maupun TDL.

Sementara itu, Ketua Apindo Kota Cirebon, Sutikno menyebut angka UMK yang diajukan pihaknya yakni Rp 1,225 juta terbilang fantastik. Angka itu tidak pernah diajukan Apindo pada tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini naik Rp 145.000 atau naik 13,16%. Sementara tahun sebelumnya kenaikan hanya Rp 125.000. Sepanjang sejarah, kenaikan 13,16% itu baru kali ini terjadi,” paparnya.

Sementara itu, pejabat pelaksana harian Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Cirebon, M Korneli mengakui, masih ada tarik ulur akibat perbedaan besaran UMK yang diajukan kedua pihak. Rapat pembahasan yang digelar pun akhirnya deadlock.

“Tapi kami harap bisa segera tercapai kesepakatan. Kalaupun akhirnya tidak tercapai, hal itu akan diserahkan kepada wali kota,” katanya.Awal pekan depan rencananya Depeko sendiri bakal kembali menggelar pertemuan lanjutan. Diharapkan antara pihak pengusaha dan serikat pekerja menemui kesepakatan dan menjadi win-win solution.

Sumber: Radio Suara Gratia

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pilkada Serentak Diwarnai Calon Tunggal