Boros Perjalanan Dinas, Sultan HB X Tegur Pemkab Bantul

KBR68H, Yogyakarta -Tiga lembaga pemerintah di Bantul mendapat peringatan dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X karena dinilai melakukan pemborosan dengan menganggarkan biaya perjalanan dinas terlalu besar.

NUSANTARA

Kamis, 24 Okt 2013 10:40 WIB

Author

Radio Star Jogja

Boros Perjalanan Dinas, Sultan HB X Tegur Pemkab Bantul

perjalanan dinas, bantul, sultan HB X

KBR68H, Yogyakarta -Tiga lembaga pemerintah di Bantul mendapat peringatan dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X karena dinilai melakukan pemborosan dengan menganggarkan biaya perjalanan dinas terlalu besar.

Salah satu lembaga yaitu Sekeretariat DPRD terpaksa memangkas anggaran kunjungan kerja (kunker) hingga Rp400 juta lebih.
Peringatan itu disampaikan Gubernur setelah mengevaluasi APBD Perubahan Kabupaten Bantul 2013.

Wakil Ketua DPRD Arif Haryanto menyatakan, tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dinilai boros menganggarkan perjalanan dinas yaitu Sekretariat DPRD, Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal (Dikmenof) serta Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD).

“Anggaran tidak sesuai dengan asas DPRD serta berpotensi melakukan pemborosan,” kata Arif saat menyampaikan hasil evaluasi Gubernur pada sidang paripurna Rabu (23/10).

Arif menyebutkan, anggaran perjalanan dinas di Sekretariat DPRD untuk membiayai kunjungan kerja anggota dewan bersama pegawai sekretariat awalnya akan ditambah Rp1,1 miliar pada APBD Perubahan tahun ini, sedangkan anggaran kunker Dikmenof ditambah Rp33,4 juta, serta Kantor PMD senilai Rp28 juta.

Anggaran sebesar itu dianggap tak rasional karena akan diserap selama kurang lebih dua bulan atau harus habis tahun ini. Namun karena dinilai boros, Dewan dan Pemkab akhirnya sepakat memangkas anggaran.

Sumber: Radio Star Jogja

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua

Para Pencari Harta Karun

Kabar Baru Jam 8

KPK Berada di Titik Nadir?