Apa Kata Aher soal Penyegelan Masjid Ahmadiyah Sumedang?

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersuara terkait tidak bisa beribadahnya jemaat Ahmadiyah di Sumedang. Namun Aher, nama sapaan Ahmad Heryawan, belum bisa menjanjikan apakah ia bisa membuka segel Masjid Al Muslih.

NUSANTARA

Kamis, 10 Okt 2013 17:51 WIB

Author

Rafik Maeilana

Apa Kata Aher soal Penyegelan Masjid Ahmadiyah Sumedang?

Apa Kata Aher, Penyegelan, Masjid Ahmadiyah, Sumedang

KBR68H, Bogor – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersuara terkait tidak bisa beribadahnya jemaat Ahmadiyah di Sumedang. Namun Aher, nama sapaan Ahmad Heryawan, belum bisa menjanjikan apakah ia bisa membuka segel Masjid Al Muslih.

Masjid yang terletak di Desa Sukatali, Kecamatan Situraja sebelumnya disegel kelompok intoleran beberapa waktu lalu ini.

Aher mengatakan, permasalahan utama yang terjadi di Sumedang bukan sekedar penyegelan semata. Tetapi lebih dari aliran yang memang secara tegas dilarang oleh pemerintah.

Kata dia, kasus penggembokan itu memang harus diselesaikan, namun harus ada hal-hal yang harus dibicarakan oleh semua pihak.

“Kalau kemudian penyelesaiannya masjid ini bisa digunakan bersama-sama ya selesai penggembokan. Itu diantaranya, tentu di lapangan rinciannya banyak yah. Kita tidak bisa merinci seperti apa kondisi realnya di lapangan, realnya nanti kita bisa pelajari lewat para aparat setempat,” kata Aher usai menghadiri seminar kebangsaan di Hotel Brajamustika, Kota Bogor.

Soal peluang untuk dibuka kembali masjid itu, Aher mengatakan, “Ya nanti, saya tidak bisa jawab, karena urusannya juga di lapangan banget kan. Ini gubernur terlalu jauh, sama presiden juga begitu jawabannya”

Aher menyayangkan aksi penggembokan itu. Seharusnya, kata dia, permasalahan ini tidak dilakukan secara emosional. Karena jika hal itu tidak disikapi dingin, maka tindak kekerasanlah seperti penggembokan itulah yang akan terjadi.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun