Bagikan:

Puluhan Ribu Nelayan Aceh Terancam Jadi Pengangguran

"Biayanya membengkak, sebaliknya ikan yang dijual tetap sama gak mengalami kenaikan"

NUSANTARA

Jumat, 16 Sep 2022 15:05 WIB

Puluhan Ribu Nelayan Aceh Terancam Jadi Pengangguran

Boat nelayan pukat langga berjejeran di dermaga Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Pusong, Kota Lhokseumawe, Jum’at (16/9). Foto : (KBR/Erwin Jalaluddin)

KBR, Aceh- Sebanyak 75 ribu nelayan asal Aceh terancam kehilangan mata pencaharian, pascanaik dan langkanya BBM bersubsidi. Sekretaris Panglima Laot Aceh Miftahuddin Cut Adek mengatakan, kenaikan harga minyak jenis solar membebani biaya operasional. Namun di sisi lain, harga ikan di pasaran tidak meningkat.

"Kemampuan beli (solar-red) nelayan itu sedikit berkurang. Kalau dulunya dia (nelayan) bisa membeli 10 liter dapat menjangkau 5 Mil, sekarang nggak bisa lagi karena minyaknya semakin sedikit," kata Miftahuddin Cut Adek kepada KBR, Jumat (16/09/2022).

Sekretaris Panglima Laot Aceh Miftahuddin Cut berharap, pemerintah dapat memberi bantuan BBM untuk melaut. Dulu sebelum harga BBM naik, nelayan bisa melaut sejauh 5 mil dengan Rp50 ribu. Namun sekarang hanya 3 mil karena kenaikan harga yang signifikan.

"Begitu naik harga paling bisa berlayar hanya 3 Mil. Biayanya membengkak, sebaliknya ikan yang dijual tetap sama gak mengalami kenaikan, ” tuturnya.

Adapun saat ini pemerintah membandrol BBM subsidi jenis solar di harga Rp6.800 per liter dari sebelumnya Rp5.150 per liter.

Baca juga:

Kenaikan BBM, KNTI: Beban Melaut Tinggi, Harga Ikan Stagnan

Presiden Tinjau Proyek dan Serahkan Bansos di Maluku


Terimpit Bahan Bakar, Ini Solusi Pemerintah untuk Nelayan


Sebelumnya untuk meringankan beban para nelayan karena harga bahan bakar yang melambung. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pemerintah bersama PT Pertamina tengah menguji coba program Solar untuk Koperasi Nelayan (Solusi Nelayan) dengan membangun SPBU mini, di Desa Kedung Cowek, Bulak, Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Teten, secara bertahap SPBU mini akan terus dikembangkan, guna memfasilitasi nelayan mendapat BBM bersubsidi. Untuk itu, ia meminta koperasi segera mendata siapa saja anggotanya yang berhak menerima bantuan tersebut.

"Kita mencari solusi bagi nelayan mengenai pengadaan bahan bakar solar, nanti para nelayan itu bisa membeli solar seharga SPBU bukan harga Pengecer, setuju nggak? 'setuju' jadi nanti kita mau kerja sama dengan Pertamina sehingga nanti ada semacam SPBU mini lah," ujar Teten, Kamis (15/09/2022).

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, saat ini 60 persen pengeluaran nelayan dihabiskan untuk biaya bahan bakar. Hal itu berdampak pada sulitnya nelayan memenuhi kebutuhan hidup karena menurunnya daya beli.

Lebih lanjut, Teten mengatakan program khusus nelayan ini nantinya akan diujicobakan juga di Indramayu Jawa Barat, Semarang dan Pekalongan Jawa Tengah, Aceh Besar, Deli Serdang, dan Lombok Timur. Selanjutnya program ini akan diperluas ke seluruh Indonesia.

Editor: Dwi Reinjani

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Urgensi Reformasi Polri

Most Popular / Trending