Bagikan:

Pemerintah Diminta Pastikan Stok BBM untuk Pertanian

Bahan bakar untuk petani akan berpengaruh signifikan pada kelancaran distribusi dan inflasi daerah

NUSANTARA

Senin, 12 Sep 2022 17:05 WIB

Pemerintah Diminta Pastikan Stok BBM untuk Pertanian

Petani mengumpulkan padi yang keluar dari mesin perontok saat panen di Desa Porame, Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (3/8/2022).Foto:Antara/Basri

KBR, Jakarta- Gubernur Riau Syamsuar menyebut kenaikan harga BBM berimbas pada para petani, yang mulai kesulitan mendapatkan bahan bakar bersubsidi untuk mengoperasikan Alat Mesin Pertanian (Alsintan). Hal ini disampaikan Syamsuar di depan perwakilan Kementerian Perekonomian dan Bank Indonesia, pada acara Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi (GNPP).

"Jangan sampai nanti Alsintan yang butuh BBM itu tidak mendapatkan BBM. Itu sensitif Pak. Kemarin di Riau sempat dilaporkan oleh dinas pertanian itu alsintan nggak bisa kerja karena BBM tidak ada. Nah kalau hal-hal begini kami harapkan juga nanti dukungan pasokan. Artinya begini Ini Pertamina juga kan punya regulasi sendiri. Tapi kalau kaku nanti akan kerepotan di bawah," ujar Syamsuar, Senin (12/09/2022).

Lebih lanjut, Syamsuar juga meminta bantuan aparat hingga kejaksaan tinggi, untuk mengawal dan memastikan ketersediaan BBM di Riau tepat sasaran. Ia menyebut, perlu ada koordinasi yang aktif dengan pemerintah pusat untuk mengatasi kesulitan mendapat BBM bersubsidi serta memastikan stok untuk Alsintan aman.

"Sebab bagaimanapun hal-hal seperti ini kalau mereka sudah bekerja di pangan, nanti untuk mendapatkan BBM susah, wah kapok juga, itu sementara mereka bukan untuk digunakan untuk yang tidak berhak menerimanya," kata dia.

Bacu juga:

Harga BBM Naik, Angka Kemiskinan Bisa Ikut Naik

BBM Subsidi Naik, Pemda Segera Bentuk Program Bansos

Di sisi lain, Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono mengatakan, sulitnya mendapat bahan bakar untuk petani akan berpengaruh signifikan pada kelancaran distribusi dan berimbas pada inflasi daerah. Saat ini inflasi Riau telah menurun ke angka 5,84 persen di banding pada Juli lalu yang mencapai 7,04 persen. Penurunan itu, kata dia harus terus dijaga agar harga pangan tidak semakin melambung.

Untuk itu, menurut Doni, agar inflasi volatile food menurun di Riau, ada beberapa upaya yang dilakukan termasuk mengenai ketersediaan dan harga baku BBM yang lebih efektif.

"Kami punya program namanya 4K. Keterjangkauan harga, jadi harganya harus murah. Ketersediaan pasokan, barangnya harus ada. Kemudian kelancaran distribusi, nanti ada hubungannya ke kenaikan BBM, tentunya Pak Gubernur akan memberikan subsidi kepada transportasinya. Dan komunikasi efektif," ucapnya.

Adapun upaya lain untuk penurunan inflasi yang dilakukan BI dan pemerintah selain menjaga stok BBM adalah, meluncurkan program optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se-Provinsi. Di mana BUMDes akan berperan dalam menjaga kesinambungan pasokan, serta mengatur efisiensi rantai distribusi pangan.

Editor: Dwi Reinjani

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Urgensi Reformasi Polri

Most Popular / Trending