Bagikan:

Komnas HAM Papua Investigasi Penganiayaan Tewaskan Warga Mappi

"Meminta keterangan 18 anggota TNI yang diduga terlibat dalam kasus tersebut."

NUSANTARA

Senin, 19 Sep 2022 09:13 WIB

mutilasi

Pemakaman Bruno Amenim Kimko di TPU Bade Mappi diduga dianiaya personel TNI Yonif R 600/Modang. (Kabar Papua/Pendam Cenderawasih)

KBR, Jayapura-  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM perwakilan Papua, menginvestigasi kasus  penganiayaan yang diduga dilakukan TNI di Kabupaten Mappi, Papua pada 30 Agustus 2022. Dugaan penganiayaan itu disinyalir melibat anggota TNI dari Yonif Batalion Infanteri Rider 600/Modang, yang bertugas di pos Satgas Pamtas Kampung Bade, Distrik Edara, Kabupaten Mappi.

Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan  telah meminta keterangan 18 prajurit TNI dari Batalion Infanteri Rider 600/Modang.
Katanya, belasan Prajurit TNI yang dimintai keterangan itu, kini sedang menjalani pemeriksaan di Sub Denpom Kabupaten Merauke.

"(Konas HAM) meminta keterangan 18 anggota TNI yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Inikan permintaan keterangan ya, karena sebelumnya ada peristiwa yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Diduga, yang bersangkutan meninggal dunia karena mendapat penganiayaan dari Yonif 600," kata Frits Ramandey, Minggu (18/9/2022).

Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan   investigasi dilakukan setelah mendapat pengaduan dari warga dan mahasiswa.   Tim Komnas HAM  berangkat ke Kabupaten Merauke pada16 September 2022. Di sana, Komnas HAM perwakilan Papua juga meminta keterangan dari para pihak lain, yang mengetahui peristiwa itu.

Katanya, Komnas HAM perwakilan Papua kini sedang menyusun laporan hasil investigasi kasus tersebut. 

Kata dia,   dalam peristiwa itu diduga oknum TNI melampaui kewenangan. Sebab, melakukan penangkapan, interogasi, menahan dan menyiksa korban.


Baca juga:

Penganiayaan yang diduga dilakukan oknum TNI dialami tiga warga di Pos Bade, Distrik Edera, Kabupaten Mappi pada 30 Agustus 2022. Seorang warga bernama Bruno Amenim Kimko meninggal dan Yohanis Kanggun luka berat. Seorang warga lain benama Norbertus turut menjadi korban dugaan penganiayaan itu.


 Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Urgensi Reformasi Polri

Most Popular / Trending