covid-19

Vaksinasi COVID-19 Moderna, RSHS Bandung Ingatkan Warga Hindari Aktivitas Berat

Gelar Vaksinasi COVID-19 Moderna, RSHS Bandung Ingatkan Warga soal KIPI

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 07 Sep 2021 22:07 WIB

RSHS Bandung gelar vaksinasi COVID-19 gunakan Moderna

Petugas menyiapkan vaksin Moderna saat vaksinasi untuk umum di RSUP M Hoesin, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (30/8/2021). (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)

KBR, Bandung - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat menyiapkan 3 ribu dosis vaksin COVID-19 buatan Moderna untuk disuntikan kepada masyarakat umum.

Koordinator Pelayanan Medik RSHS Zulvayanti mengatakan setiap harinya sebanyak 200 orang ditargetkan menjadi sasaran vaksinasi.

"Kemampuan kita di klinik vaksin RSHS per hari sekitar 200-250 sasaran. Kita merencanakan dalam bulan September ini pemberian vaksinasi Moderna bisa selesai untuk dosis pertama. Seperti yang kita tahu Moderna ini diberikan dalam dua dosis," ujar Zulvayanti dalam keterangan daring dari RSHS ditulis Bandung, Selasa, 7 September 2021.

Baca juga:

Zulvayanti mengingat soal tingginya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) kepada masyarakat yang hendak menerima vaksin Moderna.

Ia meminta masyarakat penggemar kegiatan berat seperti olahraga agar menghentikan dahulu aktivitas beberapa hari sebelum penyuntikan.

"Untuk KIPI Moderna, yang sering dilaporkan diantaranya nyeri di area penyuntikan. Kemudian ada juga yang melaporkan terjadi demam, nyeri otot dan nyeri persendian," kata Zulvayanti.

Jika masyarakat merasakan gejala KIPI usai disuntik vaksin Moderna, Zulvayanti menyebutkan agar segera menghubungi nomor kontak tenaga medis yang tercantum di surat vaksinasi.

Rumah sakit yang bertanggung jawab lagsung kepada Kementerian Kesehatan itu, juga masih melayani vaksinasi Sinovac untuk masyarakat umum.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Layanan Identitas Kependudukan bagi Kelompok Transpuan

Kabar Baru Jam 8

Seruan untuk Lindungi Nakes di Daerah Rawan

Kabar Baru Jam 10