covid-19

Vaksinasi COVID-19 di Kalbar Terkendala, Stok Hanya 21 Persen dari Kebutuhan

Vaksinasi COVID-19 di Kalbar Terkendala, Stok Hanya 21 Persen dari Kebutuhan

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 10 Sep 2021 06:38 WIB

Author

Edho Sinaga

Vaksinasi COVID-19 di Kalbar Terkendala, Stok Hanya 21 Persen dari Kebutuhan

Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Lantamal XII/Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (20/8/2021). (Foto: ANTARA/Jessica Helena)

KBR, Pontianak - Ketersedian vaksin di Kalimantan Barat baru mencapai 21 persen dari jumlah yang dibutuhkan. Padahal pemerintah pusat mendorong percepatan vaksinasi di nusantara.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan telah menyampaikan kondisi itu ke Panglima TNI dan Kapolri yang melakukan kunjungan kerja ke Pontianak pada Rabu 8 September lalu.

Menurut Sutarmidji, Panglima TNI dan Kapolri akan akan mendiskusikan dan menyampaikan keluhan itu kepada Kementerian Kesehatan bahwa perlu adanya tambahan vaksin untuk di Kalbar.

“Kalbar baru dikirim kurang lebih 21 persen dari kebutuhan, sementara daerah lain ada yang sudah dikirim 60 persen, 50 persen. Capaian kita sudah hampir 19 persen, artinya selisih 1 persen lebih. Ini untuk vaksin kedua,” kata Sutarmidji, Kamis (9/9/2021).

Baca juga:

Ia berharap, semua jenis vaksin selalu tersedia untuk pelaksanaan vaksinasi masyarakat di Kalimantan Barat.

“Kalau Sinovac sih banyak. Tapi, AstraZeneca harus disediakan, karena sering dipakai. Kalau sampai waktunya vaksin nggak ada, mau disuntik apa?” ujarnya.

Sutarmidji juga meminta semua masyarakat Kalbar bersedia untuk vaksin.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Layanan Identitas Kependudukan bagi Kelompok Transpuan

Kabar Baru Jam 8

Seruan untuk Lindungi Nakes di Daerah Rawan

Kabar Baru Jam 10