covid-19

Muncul Klaster PTM, IDAI Jateng Minta Pemprov Evaluasi

Kami tidak bisa menentukan dengan adanya klaster ini tidak siap ya dari sekolah atau mungkin dari orang tuanya karena memang butuh dianalisis.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 24 Sep 2021 14:43 WIB

Author

Anindya Putri

Muncul Klaster PTM, IDAI Jateng Minta Pemprov Evaluasi

Uji coba PTM di Purbalingga, Jateng. (Antara)

KBR, Semarang - Ikatan Dokter Anak Indonesia ( IDAI) Jawa Tengah menilai perlunya evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) dari Pemerintah Provinsi setempat, pascamunculnya klaster covid-19 di sekolah.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia ( IDAI) Jawa Tengah, Choirul Anam menyebut puluhan ribu anak di Jawa Tengah telah terkonfirmasi positif covid-19 selama pandemi sejak awal 2020 kemarin.

"Kalau ada klaster belum siap ini pembelajaran tatap muka. Nah, belum siapnya ini tingkat daerah, sekolah, atau setingkat lokal saja. Kami tidak bisa menentukan dengan adanya klaster ini tidak siap ya dari sekolah atau mungkin dari orang tuanya karena memang butuh dianalisis. Maka dari itu kami mengimbau untuk semua pihak lebih menerapkan protokol kesehatan terkait PTM ini." ungkap Anam kepada KBR, di Semarang, Jumat (24/09/21).

Menurut Anam, terdapat beberapa faktor penyebab munculnya klaster PTM di Jawa Tengah. Seperti belum siapnya masyarakat dan dinas terkait dengan kembali dibukanya pendidikan tatap muka.

Berita terkait:

Selain itu, dibutuhkan kerjasama dari lingkup terkecil yakni keluarga, lingkungan sekolah hingga berbagai pihak untuk memantau dan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Memang dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak agar anak tetap aman selama sekolah tatap muka," jelasnya.

Ia menambahkan, meski PTM telah dibuka beberapa waktu lalu. Namun, tren positif covid-19 pada anak-anak di Jawa Tengah saat ini mengalami penurunan.

"Kasusnya untuk anak saat ini menurun ya," pungkasnya.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung