covid-19

Keuskupan Agung Semarang Izinkan Ibadah Misa di Gereja

Kapasitas juga dibatasi 50 persen dari tempat ibadah, dan tidak wajib vaksin.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 01 Sep 2021 16:49 WIB

Author

Anindya Putri

Ibadah misa di gereja saat pandemi Covid-19

Ilustrasi ibadah misa di gereja.

KBR, Semarang- Keuskupan Agung Semarang, Jawa Tengah, kembali mengizinkan ibadah misa akhir pekan di gereja. Keputusan itu diambil lantaran Semarang saat ini masuk daerah PPKM level 2.

Koordinator Satgas Penanganan Covid-19 Keuskupan Agung Semarang, Romo YR Edy Purwanto mengatakan ibadah misa di gereja dibuka secara bertahap dengan ketentuan jemaah usia 12-60 tahun yang diizinkan masuk gereja.

"Memang ada pembatasan, anak-anak belum diizinkan masuk gereja," ungkap Romo Edy kepada KBR di Semarang, Rabu (01/09/21).

Selain itu, kapasitas juga dibatasi 50 persen dari tempat ibadah, dan tidak wajib vaksin.

"Kami tidak mensyaratkan bahwa harus vaksin, nanti menimbulkan ketidakadilan jika diharuskan vaksin. Karena masih banyak jemaah yang belum divaksin jadinya," jelasnya.

Baca juga: PPKM Darurat Menag Minta Rumah Ibadah Ditutup Sementara

Menurutnya, tak banyak perubahan aturan yang diterapkan saat ibadah nanti.

"Syarat yang diberlakukan gereja itu masih sama sebelum adanya PPKM darurat. Kapasitas disesuaikan dengan instruksi menteri dalam negeri atau surat edaran menteri agama yang terbaru artinya kita menyesuaikan,"

Ia mengimbau, kepada jemaah untuk menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan ketat selama ibadah misa di gereja.

"Saya minta tolong patuhi aturan yang dan jaga prokes," pungkasnya.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Layanan Identitas Kependudukan bagi Kelompok Transpuan

Kabar Baru Jam 8

Seruan untuk Lindungi Nakes di Daerah Rawan

Kabar Baru Jam 10