covid-19

Harga Pakan Naik, Peternak Ayam di Banyuwangi Terancam Gulung Tikar

Naiknya harga pakan ayam ini, diperparah dengan turunnya harga telur ayam di tingkat peternak. Harga telur di pasaran turun drastis dari Rp22 ribu per kilogram menjadi Rp14 ribu per kilogramnya.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 29 Sep 2021 13:17 WIB

peternak ayam

Pekerja mengambil telur ayam di Desa Sindangrasa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (23/9/2021). (FOTO: ANTARA/Adeng Bustomi)

KBR, Banyuwangi- Peternak ayam betelur di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terancam gulung tikar. Penyebabnya ialah harga pakan ayam yang terus meroket.

Salah satu peternak ayam betelur di Banyuwangi, Supaat Pribadi mengatakan, saat ini harga konsetrat berada pada kisaran Rp348 ribu, dari sebelumnya Rp330 ribu per 50 kilogramnya.

Naiknya harga pakan ayam ini, diperparah dengan turunnya harga telur ayam di tingkat peternak. Harga telur di pasaran turun drastis dari Rp22 ribu per kilogram menjadi Rp14 ribu per kilogramnya.

Akibat kondisi tersebut, peternak harus menanggung kerugian Rp200 ribu per harinya.

Supaat mengaku, sudah mencoba berbagai cara untuk menyiasati mahalnya harga pakan ayam ini, termasuk mengurangi takaran pakan ayam. Namun produksi telur yang bisa dihasilkan justru merosot.

Kata Supaat, banyak juga ayam yang mati diduga karena kekurangan pakan.

“Pernah saya coba kemarin kos pakan dikurangi tapi imbasnya ke ayam, akhirnya produksi telurnya berkurang. Karena mungkin kebutuhan per ekor itu satu ayam bertelur itu kurang lebih 1,2 on per ekor, jadi kalau kos pakan diubah menjadi 0,9 ons pasti produksi telurnya turun ataupun telurnya menjadi kecil-kecil,” ujar Supaat Pribadi, Rabu (29/9/2021) di Banyuwangi.

Peternak ayam betelur asal Banyuwangi, Supaat Pribadi berharap pemerintah turun tangan mengatasi naiknya harga pakan ayam ini. Pasalnya, peternak ayam banyak yang kewalahan dan rawan gulung tikar.

Baca juga:

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setiawan mengatakan, persoalan yang dihadapi peternak di Banyuwangi berbeda dengan peternak yang ada di Kabupaten Blitar.

Arief menjelaskan, di Blitar, harga jagung yang merupakan bahan dasar pakan ayam dipengaruhi oleh kelangkaan komoditas jagung di Blitar.

Namun di Banyuwangi stok jagung diklaim melimpah, tetapi para peternak ayam di wilayah ini cendrung menggunakan konsetrat ketimbang jagung.

Maka dari itu, Arief mengajak para peternak ayam betelur di Banyuwangi beralih menggunakan pakan ayam berbahan dasar jagung, sehingga persoalan mahalnya pakan ayam bisa teratasi.

Editor: Muthia Kusuma Wardani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung