Pandemi, Yogya Perpanjang Tanggap Darurat Bencana Corona

“Menugaskan kepada Wakil Gubernur DIY untuk mengambil langkah dan tindakan yang diperlukan untuk mencegah dan menangani dampak buruk yang ditimbulkan,"

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 01 Sep 2020 10:55 WIB

Author

Ken Fitriani

Pandemi, Yogya Perpanjang Tanggap Darurat Bencana Corona

Data kasus di Yogyakarta per 31 Agustus 2020.

KBR,  Yogyakarta– Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY memperpanjang masa tanggap darurat bencana Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), mulai 1– 30 September 2020. Keputusan tersebut dikeluarkan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 254/KEP/2020.

Status perpanjangan masa tangap darurat di DIY ini merupakan yang keempat kalinya.  Sultan menyebut, perpanjangan masa tanggap darurat itu merupakan hasil evaluasi dari perpanjangan ketiga masa tanggap darurat yang telah ditetapkan pada 1-31 Agustus 2020 lalu.

“Status masa tanggap darurat dapat diperpanjang sesuai dengan kondisi dan perkembangan yang terjadi,“ kata Sultan dalam keterangan tertulis yang dibagikan Humas Pemprov DIY, Senin (31/8/2020).

Oleh sebab itu, Raja Kraton Yogyakarta tersebut meminta kepada Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 untuk mengambil langkah pencegahan Covid-19 supaya tidak semakin meluas. Termasuk menindak dengan cepat dampak yang terjadi akibat penyebaran Covid-19.

Baca: Ratas dengan Gubernur, Jokowi: Kasus Covid Terkendali


“Menugaskan kepada Wakil Gubernur DIY untuk mengambil langkah dan tindakan yang diperlukan untuk mencegah dan menangani dampak buruk yang ditimbulkan, antara lain meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi, isolasi, perlindungan, pengurusan, penyelamatan, serta pemulihan korban Covid-19 di DIY,“ tandas Sultan.

Hingga kemarin petang di situs Pemprov Yogyakarta tercatat 1.425 kasus. Sebanyak 1026 di antaranya sembuh, dan 39 meninggal.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Strategi Pembiayaan Lingkungan Hidup

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17