Tudingan Wiranto Tak Sesuai Tradisi Masyarakat Dayak

Dalam kepercayaan masyarakat Dayak, membakar hutan adalah pantangan

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 17 Sep 2019 21:39 WIB

Author

Edho Sinaga

Tudingan Wiranto Tak Sesuai Tradisi Masyarakat Dayak

Satu diantara peladang tradisional di Kalimantan Barat – KBR/Edho Sinaga.

KBR, Pontianak– Persatuan Peladang Tradisional Kalimantan Barat mengecam pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto yang menuduh peladang sebagai penyebab kebakaran hutan dan lahan saat ini. 

Perwakilan Persatuan Peladang Tradisional Kalbar yang juga aktivis WALHI Kalbar, Hendrikus Adam mengatakan tuduhan Wiranto sama sekali tak berdasar. 

“Pernyataan Pak Wiranto itu jelas salah. Kita menyayangkan pernyataan yang tidak mendasar tersebut. Karena itu kami berharap pernyataan tersebut dapat segera dipertanggungjawabkan,” kata Adam, Selasa (17/9/2019) malam.

Peladang tradisional juga meminta Wiranto hadir di Kalbar untuk meluruskan pernyataannya, melalui dialog terbuka bersama sejumlah peladang tradisional, khususnya masyarakat Dayak. 

Dalam kepercayaan masyarakat Dayak, membakar hutan adalah pantangan. Masyarakat Dayak meyakini, tanah bermakna sebagai ibu yang memberi makanan dan kehidupan sehingga tak boleh dimanfaatkan secara serakah. Tudingan Wiranto justru bertentangan dengan tradisi masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. 

Apalagi, dalam kalender pertanian tradisional, bulan September adalah masa menugal atau menanam dan menyemai benih padi.

Baca juga: Kalimantan Dikepung Asap, Dinkes & PMI Sediakan 'Rumah Oksigen' Gratis  

Sebelumnya, kabut asap yang semakin parah dengan partikulat udara dalam kategori tidak sehat melanda Kalimantan Barat. Bukannya mengambil langkah strategis, Pemerintah melalui Menkopolhukam Wiranto malah menyerang secara verbal Peladang dengan tuduhan sebagai penyebab kabut asap. 

"Karena mereka berladang, di situ peladang dengan cara bakar itu kami akan alihkan peladang tanpa bakar. Kami meminta para korporasi jadi bapak asuh untuk berikan pelatihan dalam membuka lahan, tidak dengan bakar," ujar Wiranto saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (13/09/2019).

Pernyataan ini tentu memantik protes di sejumlah peladang tradisional khususnya masyarakat Dayak yang telah melakukan pertanian tradisional selama ratusan tahun.  

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Dampak Revisi UU KPK

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Season 2 Eps.6: Influencer = Youtuber = Selebgram = Artis?