Sebagian Aceh dan Sumut Dikepung Kabut Asap Karhutla

Bandara lumpuh, sekolah diliburkan, nelayan gagal melaut

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 24 Sep 2019 16:06 WIB

Author

Erwin Jalaluddin, Anugrah Andriansyah

Sebagian Aceh dan Sumut Dikepung Kabut Asap Karhutla

Warga terobos kabut asap di kawasan jalan raya Lhokseumawe. FOTO: Erwin Jalaluddin

KBR, Aceh-Sebanyak 16 kabupaten/kota di Aceh dikepung kabut asap kebakaran hutan dan lahan dengan jarak pandang rata-rata 1 hingga 2 kilometer. 

Daerah-daerah tersebut antara lain Kota Lhokseumawe, Sabang, Banda Aceh, Aceh Tengah, Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Singkil, Aceh Besar, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan dan Bireun. 

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Muhammad Syahriel mengatakan tiga bandara lumpuh total terdampak kabut asap, yakni Bandara Malikussaleh, Rembele dan Cut Nyak Dien. 

Aktivitas masyarakat juga terganggu akibat kabut asap.

BPBA sudah berkoordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit setempat untuk menangani korban asap karhutla

”Kita sudah minta kawan-kawan BPBD di kabupaten/kota untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan puskesmas setempat. Apabila ada masyarakat yang terkena imbas kabut asapnya, seperti sesak napas ataupun perih mata segera ditangani di puskesmas dan dikoordinir oleh BPBD, ” kata Muhammad Syahriel kepada KBR, Selasa (24/09/2019).

Kepala Bidang Kedaruratan BPBA Muhammad Syahriel menambahkan sebanyak 280 ribu masker siap didistribusikan ke warga di daerah yang terkena kabut asap.

Sementara itu, asap karhutla juga menyebabkan ribuan nelayan sampan di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Lhok-Pusong, Kota Lhokseumawe gagal melaut. Kabut asap memperpendek jarak pandang di laut hanya sampai radius 500 meter. 

Panglima Laot Lhokseumawe Rusli Yusuf mengatakan nelayan merugi karena kehilangan pendapatan. Nelayan tak punya perlengkapan memadai untuk melaut di tengah kepungan asap.

"Kabut asap ini seperti bukan sore, tapi sudah malam. Kadang-kadang nelayan Kecil-kecil (ampan-red) ketika melaut tidak tampak, bahkan kalau sempat rusak mesin bisa hanyut karena tidak memiliki GPS dan radio sarana komunikasi, ” kata Rusli Yusuf kepada KBR, Selasa (24/09/2019).

Rusli berharap pemerintah segera mengatasi gangguan asap karhutla ini agar tak semakin parah. Pasalnya, nelayan menggantungkan sumber pendapatan hanya dari menjaring ikan di laut lepas. 

"Kalau untuk kapal motor dilengkap alat komunikasi dan GPS bisa berkomunikasi dan menyusuri jalur di laut dengan mudah. Tapi nelayan sampan tentu tak punya alat itu," ujar dia. 

Sekolah diliburkan

Sekolah di tiga kabupaten/kota di Sumatera Utara diliburkan akibat dikepung asap karhutla. Ketiga daerah itu adalah Kota Padang Sidimpuan, Kabupaten Padang Lawas Utara dan Labuhanbatu.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mengatakan aktivitas belajar mengajar akan diliburkan selama tiga hari, jika kualitas udara semakin memburuk. Tak tertutup kemungkinan kebijakan ini akan diberlakukan untuk daerah lain yang terpapar kabut asap. 

"Kita melihat dari pendidikan yang ada untuk sekolah mungkin nanti kita liburkan untuk PAUD dan sekolah dasar. Saat ini sudah ada tiga kabupaten/kota yang meliburkan sekolah di Sumut," kata Musa Rajehkshah, Selasa (24/9/2019). 

Wagub Sumut Musa Rajekshah yang akrab dipanggil Ijeck mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan dengan Riau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Masyarakat terutama orang tua dan anak-anak juga diminta menggunakan masker ketika bepergian.

"Kita sudah bagikan masker kepada masyarakat kita dan kabupaten/kota di Sumut. Lebih kurang 500 ribu sudah masker kita bagikan. Ini terus kita lakukan," tandas Ijeck.  

Editor: Ninik Yuniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kala Tuntutan Setop Tes Keperawanan Bergulir

Kabar Baru Jam 10

'Kelas Multikultural' SMK Bakti Karya Parigi

Komunitas Pattas Sosial Kurir Langit Wakili Indonesia dalam Penghargaan Layanan Publik PBB 2020

Kabar Baru Jam 8