Kebakaran di Gunung Sumbing Temanggung, Relawan Gabungan Lokalisir dengan Sekat

"Kita penyekatan dan pemadaman. Agak sulit karena TKP yang terbakar terjal, dan TKP-nya curam,”

BERITA | NUSANTARA

Senin, 23 Sep 2019 10:18 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Kebakaran di Gunung Sumbing Temanggung,  Relawan Gabungan Lokalisir   dengan Sekat

Anggota SAR menunjukkan lokasi kebakaran hutan gunung Sumbing di Desa Adipura, Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (14/8/2019). (Foto: Antara)

KBR, Temanggung– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung, Jawa Tengah mengerahkan ratusan relawan untuk memadamkan kebakaran Gunung Sumbing. Relawan difokuskan untuk membuat parit sekat bakar untuk melokalisir agar api tak semakin meluas.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Temanggung, Gito Walngadi mengatakan, tim gabungan kesulitan memadamkan api lantaran titik api berada di tebing curam dan jurang. Vegetasi savana berupa semak dan ilalang kering juga menyulitkan pemadaman api ini. Kesulitan bertambah karena cuaca, tiupan angin kencang dan ketiadaan sumber air.
 
Sebab itu, kata dia, tim pemadam kebakaran gabungan dikonsentrasikan untuk membuat parit sekat bakar alami untuk melokalisir kebakaran. Sebab, pemadaman api secara langsung sulit dilakukan dan berrisiko terhadap keselamatan relawan.
 
Kini sebanyak 180 relawan terlibat dalam upaya pemadaman api. 150 orang diberangkatkan pada Minggu, lainnya diberangkatkan dinihari tadi. Mereka terdiri dari personel BPBD, TNI, Polri, dan relawan dari unsur lainnya. Dalam pemadaman kebakaran ini mereka juga dibantu oleh warga setempat.
 
“Siang naiknya ke atas agak sulit, sehingga tadi pagi sekitar pukul 03.15 WIB, sudah kita dorong. Area yang terbakar ada di 27-7, kemudian 23-3, KPH Kedu Utara, Kemloko. Kemarin kita kerahkan 150 personel. Untuk tadi pagi kerahkan sekitar 30 personel. Kita penyekatan dan pemadaman. Agak sulit karena TKP yang terbakar terjal, dan TKP-nya curam,” kata Gito Walngadi, Senin (23/9/2019).
 
Lebih lanjut Gito Walngadi mengemukakan, sebelumnya kebakaran Gunung Sumbing sempat terdeteksi pada Sabtu (21/9/2019). Namun setelah observasi dan pemantauan, api diperkirakan padam. Akan tetapi, pada Minggu dinihari, sekitar pukul 03.00 WIB, api kembali terlihat dari Basecamp Banaran.

Sementara ini, area terbakar berada di petak 23-3 dan 27-7, dengan total luas lahan terbakar sekitar 5,5 hektare. Dia menerangkan, dalam pemadaman kebakaran awal, sebanyak 134 pendaki dievakuasi dari Gunung Sumbing. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan belum diketahui.

Pada pertengahan Agustus lalu sebagian hutan Gunung Sumbing yang berada di wilayah Magelang juga terbakar. Kebakaran tersebut menghanguskan puluhan hektar hutan dan ilalang.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perlindungan Hukum untuk Para Pembela HAM Masih Lemah