Waspada Virus Zika, Alat Pendeteksi Suhu Tubuh di Bandara ini Malah Rusak

Pemeriksaan dilakukan secara manual dan acak

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 02 Sep 2016 19:15 WIB

Author

Yulius Martony

Waspada Virus Zika, Alat Pendeteksi Suhu Tubuh di Bandara ini Malah Rusak

Ilustrasi: aktivitas di bandara Ngurah Rai Bali (Foto: Antara)



KBR, Bali- Alat pendeteksi panas (Thermo Scan) Bandara I Gusti Ngurah Rai rusak. Kerusakan thermoscan ini sudah berlangsung lebih dari setahun. Akibatnya alat ini tidak mampu mendeteksi panas tubuh penumpang yang datang di bandara internasional Ngurah Rai.

Kepala kantor kesehatan pelabuhan kelas 1 Denpasar, Lucky Tjahyono mengatakan diperlukan biaya yang besar guna memperbaiki alat tersebut. Saat ini untuk mendeteksi penumpang internasional yang suhu tinggi dilakukan secara manual.

"Dengan adanya virus Zika ini kantor kesehatan pelabuhan meningkatkan kesiapsiagaan dengan mendeteksi dan merespon yang ditingkatkan. Tim bekerja  di depan kantor imigrasi untuk mendeteksi penumpang melalui pengamatan dan pemeriksaan suhu," ujarnya, Jumat (02/09/2016).

Saat ini kata dia ada empat orang tenaga kesehatan yang bekerja secara bergantian selama 24 jam. Petugas memeriksa secara acak 30-40 penumpang internasional yang baru datang. Saat ini ada 8 maskapai yang melayani rute Singapura-Bali, diantaranya Singapore Air lines, Air Asia dan Jet Star. Total ada 16 penerbangan dengan 3.000-an penumpang.

Selain itu mulai besok petugas akan memberikan kartu kesehatan kepada penumpang sebagai pengontrol apabila dikemudian hari merasa sakit, bisa melapor kepada petugas kesehatan.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua

Para Pencari Harta Karun

Kabar Baru Jam 8

KPK Berada di Titik Nadir?