Warga Rembang Minta DPR Bantu Hentikan Pembangunan Pabrik Semen

Juru Bicara JMPPK Rembang Joko Prianto mengatakan pembangunan pabrik Semen Indonesia di Rembang sejak awal banyak memanipulasi data.

BERITA | NUSANTARA | NASIONAL

Selasa, 15 Sep 2015 18:32 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

Warga Rembang Minta DPR Bantu Hentikan Pembangunan Pabrik Semen

Warga Rembang yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Rembang menemui Komisi Kehutanan DPR, mengadu soal pembangunan pabrik PT Semen Indonesia, (15/9). (Foto: Aisyah

KBR, Jakarta - Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Rembang menemui Komisi Kehutanan DPR untuk mengadukan pembangunan pabrik PT Semen Indonesia.

PT Semen Indonesia saat ini sedang membangun pabrik di kawasan pegunungan Kendeng Utara, Kabupaten Rembang.

Saat ini proses pembangunan sudah mencapai 65 persen.

Juru Bicara JMPPK Rembang Joko Prianto mengatakan pembangunan pabrik Semen Indonesia di Rembang sejak awal banyak memanipulasi data.

Petani dan masyarakat Rembang berharap DPR bisa menghentikan aktivitas pabrik dan tambang Semen Indonesia.

"Ya kita mengadu pada DPR, karena kan DPR wakil rakyat. Nah seharusnya mereka juga tahu apa yang kita hadapi juga. Dengan harapan mereka bisa mengentikan aktivitas PT Semen Indonesia di lapangan," kata Joko di Ruang Pansus C DPR, Selasa (15/9/2015).

Joko menambahkan, pembangunan pabrik yang sudah mencapai setengah rampung sudah mengganggu stok air di sejumlah kecamatan.

Saat ini ada lebih dari 14 kecamatan di Rembang yang mengalami kekeringan panjang.

Dalam audiensi di DPR, Selasa (15/9) ada sekitar 20 ibu petani Rembang yang hadir.

Mereka diterima oleh Wakil Ketua Komisi Kehutanan DPR Ibnu Multazam, Anggota Komisi Kehutanan Ono Surono, serta dua anggota dari fraksi PDIP DPR.

Di akhir pertemuan para ibu petani Rembang menyanyikan lagu tembang Jawa mengenai petani yang terancam dengan perusakan lingkungan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20

Pemerintah akan Evaluasi Peningkatan Serapan Anggaran

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18