Bagikan:

Raskin Mirip Pakan Ayam Beredar di Bogor

Bahkan beras yang ditujukan untuk warga tidak mampu itu sudah kekuningan, bau busuk dan terasa pahit jika dimakan.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 07 Sep 2015 20:56 WIB

Raskin Mirip Pakan Ayam Beredar di Bogor

Seorang warga Bogor menunjukkan beras Raskin berkualitas buruk, seperti bau busuk, kekuningan dan rasanya pahit. (Foto: Rafik Maeilana/KBR)

KBR, Bogor - Warga Kelurahan Ciriung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diramaikan dengan beredarnya beras Raskin (Beras untuk Keluarga Miskin) yang tidak layak konsumsi. 

Bahkan beras yang ditujukan untuk warga tidak mampu itu sudah kekuningan, bau busuk dan terasa pahit jika dimakan. Raskin itu mirip bekatul atau pakan ayam. 

Raskin berbau busuk itu pertama kali ditemukan Zamri, pengurus RW 07 Kampung Ciriung, Kelurahan Ciriung, Kabupaten Bogor. 

Zamri mengatakan raskin tidak layak konsumsi ini sudah ditemukan sejak sebulan lalu. Namun, kata dia, biasanya beras tidak terasa pahit jika dikonsumsi.

"selama ini memang kualitas Raskin jelek. Tapi karena ini ditambah rasanya pahit, akhirnya dijadikan pakan ayam oleh warga. Warga takut melaporkannya ke pihak RW, takutnya nanti jadi masalah," katanya saat ditemui wartawan di kediamannya.

Zamri menuturkan, banyak warga yang enggan mengonsumsi raskin dan lebih memilih untuk dijadikan pakan ternak. Ia berharap agar pemerintah bisa lebih memperhatikan masalah raskin yang tak layak konsumsi ini.

Warga pun banyak yang mengeluhkan adanya Raskin ini. Salah satu warga Bogor, Heni Puspitawati (40) juga mengaku sering menemukan Raskin berkualitas buruk. Namun kali ini, rasanya aneh dan ditambah bau yang tidak sedap.

Selain pahit dan berbau, Heni mengatakan, nasi dari raskin itu berwarna kekuningan. Bahkan, salah seorang anaknya mengaku sakit perut usai mengonsumsi nasi raskin itu. 

"Kalau bau sama warnanya sih saya sudah biasa, tapi yang sekarang ini agak pahit. Makanya saya langsung lapor ke pengurus RW," tambahnya.

Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Genjot Investasi untuk Ancaman Resesi

Most Popular / Trending