Produksi Padi Melimpah, Kementan Beri 'Hadiah' Rp36 M ke Bondowoso

Diharapkan pemberian bantuan ini bisa semakin memicu tingginya produksi padi di Kabupaten yang dinobatkan sebagi lumbung pangan nasional ini.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 02 Sep 2015 20:17 WIB

Produksi Padi Melimpah, Kementan Beri 'Hadiah' Rp36 M ke Bondowoso

Panen padi di Bondowoso ang di Desa Cindogo, Kecamatan Tapen, Bondowoso. (Foto: Friska Kalia/KBR)

KBR, Bondowoso – Kementerian Pertanian menggelontorkan anggaran sebesar Rp36 milyar untuk Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, sebagai salah satu bentuk upaya khusus mensukseskan swasembada pangan di Indonesia.

Direktur Pembiayaan Pertanian Kementan Mulyadi Hendiawan mengatakan dana ini diberikan karena prestasi Bondowoso sebagai salah satu Kabupaten di Jawa Timur, dengan produksi beras melimpah. 

Selain itu, diharapkan pemberian bantuan ini bisa semakin memicu tingginya produksi padi di Kabupaten yang dinobatkan sebagi lumbung pangan nasional ini.

"Kita menggelontorkan dana ini agar tanaman padi bisa siap saat dibutuhkan. Kemudian saat musim kemarau seperti sekarang semua instrumen yang dibutuhkan petani bisa siap. Sekaligus memantapkan semua usaha agar kita tidak impor. Padi di Bondowoso sangat bagus, targetnya juga banyak," kata Mulyadi Hendiawan saat ditemui KBR dalam kegiatan Gelar Lapang Tanam Jagung dan Panen Padi di Desa Cindogo, Kecamatan Tapen, Rabu (2/9/2015).

Mulyadi mengatakan dengan pemberian bantuan ini Kementerian Pertanian juga menuntut sejumlah hal dari Kabupaten Bondowoso diantaranya agar luas areal tanam bisa meningkat daripada saat ini. Catatan Dinas Pertanian sendiri saat ini terdapat 32 ribu hektare lebih lahan pertanian produktif di Bondowoso.

"Tentu kami minta agar target areal tanam harus meningkat. Kemudian target produksi juga harus meningkat. Semakin tinggi produksi akan semakin dekat kita pada swasemada pangan,” pungkasnya.

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor unggulan di Bondowoso. Ini terbukti dengan melimpahnya produksi beras di kabupaten ini sehingga mampu menjadi lumbung pangan nasional.

Hingga akhir Agustus, tercatat jumlah produksi padi di Bondowoso sudah mencapai 365 ribu ton gabah kering giling (gkg) dari target 380 ribu ton yang dipatok untuk tahun ini.

Selain itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bondowoso, 40 persen penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten bersumber dari sektor pertanian. 

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Antipunah Episode Ekonomi Lestari Lewat Wirausaha Sosial

Pengenaan PPN Pada Sembako, Tepatkah?

Kabar Baru Jam 8

Pengetatan Pelaku Perjalanan Internasional Cukup Kuat?