PLN Mukomuko Bengkulu Krisis Listrik

Krisis terjadi akibat rusaknya mesin pembangkit tenaga diesel yang ada di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Ipuh Baru dan kota Bani Seblat Bengkulu Utara.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 10 Sep 2015 00:50 WIB

Author

Elvidayanti

PLN Mukomuko Bengkulu Krisis Listrik

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)

KBR, Mukomuko - PLN Rayon Mukomuko mengalami krisis listrik sejak akhir Agustus lalu.

PLN setempat terpaksa memadamkan listrik di beberapa kecamatan di Mukomuko, dan Bengkulu Utara.

Pelaksana Manajer PLN Rayon Mukomuko Febri Doni mengatakan krisis terjadi akibat rusaknya mesin pembangkit tenaga diesel yang ada di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Ipuh Baru dan kota Bani Seblat Bengkulu Utara.

"Total beban puncak kita untuk PLTD Ipuh Baru beban puncaknya 3.200 megawatt sedangkan daya mampu (kapasitas maksimum) mesin sekarang hanya 2.800 megawatt. Pembangkit di Kota Bani Seblat Bengkulu daya mampu hanya 2.700 megawatt sedangkan beban puncak 3.200 megawatt," kata Plh Manajer PLN Rayon Mukomuko Febri Doni kepada KBR, Rabu (9/9).

"Di Mukomuko sendiri tidak ada pemadaman karena posisi sekarang beban puncak 8.400 megawatt dan mampu mesin juga pas 8.400 Megawatt," katanya.

Febri Doni menambahkan pemadaman bergilir diberlakukan pada kisaran beban puncak dari pukul 17.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB, dibagi per wilayah dan kecamatan.

PLN telah mendatangkan teknisi untuk mengatasi kerusakan berapa mesin pembangkit tenaga diesel.

Pemadaman bergilir diperkirakan akan berakhir satu minggu ke depan, setelah mesin PLTD di dua tempat itu selesai diperbaiki.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18