Bagikan:

NTT Rekrut Seribu Lebih Sarjana Jadi Pendamping Desa

Rekrutmen terhadap lebih dari 1600 sarjana itu direkrut sejak tahun 2011 hingga lalu tahun ini.

BERITA | NUSANTARA

Minggu, 13 Sep 2015 15:53 WIB

Author

Silver Sega

NTT Rekrut Seribu Lebih Sarjana Jadi Pendamping Desa

Ilustrasi. (Foto: kemendagri.go.id)

KBR, Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengklaim telah merekrut dan mempekerjakan lebih dari 1600 sarjana.

Juru Bicara Gubernur NTT Lambert Ibi Riti mengatakan para sarjana itu direkrut sebagai tenaga pendamping kelompok masyarakat di desa-desa.

Rekrutmen terhadap lebih dari 1600 sarjana itu direkrut sejak tahun 2011 hingga lalu tahun ini.

"Khusus di Provinsi Nusa Tenggara Timur, bahasa program desa mandiri anggur merah sesunggunya untuk menampung para sarjana dengan keterampilan-keterampilannya tinggal di desa dan membangun desa. Dari 2011 sampai sekarang kita sudah rekrut kurang lebih 1600 tenaga pendamping. Sarjana-sarjana itu yang ada di desa-desa. Itu untuk di pemerintah. Belum kesehatan, belum pendamping desa," kata Lambert Ibi Riti di Kupang Minggu (13/09)

Juru Bicara Gubernur NTT, Lambert Ibi Riti menambahkan, pemeritah NTT masih akan terus merekrut para sarjana untuk menjadi pendamping kelompok masyarakat, karena program desa mandiri anggur merah masih tetap dilakasanakan.

Program Desa Mandiri Anggur Merah akan dilaksanakan hingga masa kepemimpinan Frans Lebu Raya sebagai Gubernur NTT berakhir tahun 2018 nanti.

Saat ini pemerintah pusat juga sedang merekrut seribu lebih sarjana untuk menjadi tenaga pendamping desa.

Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia