Bagikan:

Kotawaringin Barat Kesulitan Jangkau Titik Api Kebakaran Lahan

BNPB tidak bisa memenuhi permintaan pinjaman helikopter khusus pemadam kebakaran karena helikopter dari BPBD hanya dua unit saja. Satu unit sudah digeser ke Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

BERITA | NUSANTARA

Minggu, 13 Sep 2015 19:11 WIB

Author

Alex Gunawan

Kotawaringin Barat Kesulitan Jangkau Titik Api Kebakaran Lahan

Ilustrasi. Helikopter BNPB membawa peralatan khusus untuk pemadam kebakaran hutan dan lahan dengan metode water bombing (pemboman air dari udara). (Foto: setkab.go.id)

KBR, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah gagal meminjam helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memadamkan ratusan titik api di Kobar.

Plt Bupati Kotawaringin Barat Bambang Purwanto mengatakan BNPB tidak bisa memenuhi permintaan pinjaman helikopter khusus pemadam kebakaran karena helikopter dari BPBD hanya dua unit saja. Satu unit sudah digeser ke Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga terkena bencana kabut asap.

"Kalau helikopter itu kan bisa bawa air dalam kapasitas besar, beberapa ratus kubik sekali angkat. Tapi setelah saya tanyakan ke BPBD provinsi, helikopternya cuma dua dan yang satunya sudah terlanjut digeser ke Provinsi Kalimantan Selatan," kata Bambang.

Bambang mengatakan tim terpadu penanggulangan kebakaran lahan kesulitan menjangkau titik api. Pasalnya, titik api rata-rata letaknya jauh di dalam hutan dan tidak ada akses jalan.

Jalan sementara, pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat akan mengumpulkan desa-desa yang terdampak paling parah kebakaran lahan dan hutan, seperti dari wilayah Kecamatan Kumai yang memiliki 150-an titik api terbanyak di Kotawaringin Barat.

Rencananya, pemerintaha akan membentuk relawan pemadam kebakaran lahan dari tiap desa.

Editor: Agus Luqman 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Memuja Idola Sampai Sebegitunya

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Most Popular / Trending