Ibu Hamil Kelompok Rentan HIV Wajib Konseling

Kewajiban konseling itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) dengan tujuan untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran virus HIV.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 21 Sep 2015 13:08 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Ibu Hamil Kelompok Rentan HIV Wajib Konseling

Ilustrasi. (Foto: jakarta.go.id)

KBR, Cilacap – Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah mewajibkan ibu hamil dari kelompok rentan tertular HIV AIDS melakukan konseling HIV di fasilitas VCT (Voluntary and Counseling Testing) yang tersedia di sejumlah rumah sakit.

Kewajiban konseling itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) dengan tujuan untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran virus HIV.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Dinas Kesehatan Cilacap Teguh Riyadi mengatakan ibu hamil kelompok rentan yang dimaksud adalah bekas buruh migran/TKI, pekerja migran domestik, pekerja malam, dan pekerjaan beresiko lainnya.

Teguh menjelaskan penanggulangan dini juga dilakukan dengan mewajibkan calon pengantin di Cilacap untuk melakukan konseling di VCT.

"Kasus HIV AIDS di Cilacap itu tinggi. Screening HIV ini, meski kita tahu bahwa ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) masih dirahasikan. Minimal ibu-ibu hamil ini sudah melalui tahapan konseling di VCT. Sebab banyak juga ibu rumah tangga yang ODHA. Calon pengantin juga diwajibkan. Ini Perdanya sudah turun," kata Teguh Riyadi.

Teguh Riyadi menambahkan kelompok lain yang wajib mengikuti konseling dan tes adalah para calon TKI. Calon TKI wajib melakukan tes HIV bersamaan dengan tes kesehatan (medical check up) yang wajib dilalui menjelang keberangkatan ke luar negeri.

Di seluruh Cilacap hingga kini sudah 600 orang lebih yang teridentifikasi terkena HIV/AIDS.

Dari jumlah tersebut, ibu rumah tangga menjadi kelompok terbesar kedua yang terinfeksi HIV AIDS dengan angka 21 persen. Urutan ketiga adalah buruh migran (TKI). Kelompok terbesar adalah pekerja swasta yang mencapai 23 persen.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 8

Disability Right Fund (DRF) Mitra Disability People Organisation (DPO)