BPBD Kaltim Bakal Naikkan Status Jadi Siaga Darurat Asap

BPBD mendapat laporan warga yang terjangkit gangguan pernafasan semakin meningkat. Apalagi pantauan BPBD hingga saat ini masih ada sekitar 95 titik api di Kalimantan Timur.

BERITA | NUSANTARA | NASIONAL

Minggu, 13 Sep 2015 21:49 WIB

Author

Nurjiyanto

BPBD Kaltim Bakal Naikkan Status Jadi Siaga Darurat Asap

Ilustrasi. Seorang pengguna kendaraan sedang mengenakan masker akibat kabut asap yang tebal. (Foto: mediacenter.riau.go.id)

BPBD Kaltim Pertimbangkan Naikkan Status Asap Jadi Darurat

KBR, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur memperkirakan status bencana asap di wilayahnya akan meningkat dari sebelumnya waspada menjadi siaga darurat.

Kepala BPBD Kaltim Wahyu Widi mengatakan menerima laporan meningkatnya jumlah warga yang terjangkit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan kualitas udara yang semakin menurun.

Apalagi pantauan BPBD hingga saat ini masih ada sekitar 95 titik api di Kalimantan Timur.

"Minggu ini saya coba panggil beberapa dinas terkait lagi untuk lakukan evalasi. Kemarin kita sudah rapat. Nah untuk evaluasi kalau memang sudah dinyatakan misalnya tingkat indikatornya di Puskesmas tren ISPA-nya naik, kita akan pertimbangkan. Kemarin dari BMKG juga sudah lapor ke saya bahwa minimal 10 hari ke depan ini trennya kemungkinan akan meningkat. Artinya kita bisa menaikan menjadi siaga darurat bencana asap," ungkapnya, Minggu (13/9).

Kepala Kaltim BPBD Wahyu Widi menambahkan saat ini jarak pandang rata-rata berkisar 1,500 hingga 2,000 meter. Minimnya jarak pandang tersebut juga sempat mengganggu lalu-lintas penerbangan komersil di Bandara Temindung, Kota Samarinda dikarenakan jarak pandang yang dinyatakan aman untuk penerbangan komersil ialah 5,000 meter.

Untuk penaganan kesehatan BPBD mengklaim telah berkoordinasi dengan Dinas kesehatan untuk dapat mebagikan masker secara gratis kepada masyarakat.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Hakim Diminta Dalami Kesaksian Pelajar Korban Penyiksaan Polisi

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14