BOSF Pertimbangkan Evakuasi Orangutan Dari Lahan Kebakaran

CEO BOS Foundation, Jamartin Sihite mengatakan, pihaknya sudah menutup akses sekolah hutan dan membatasi kunjungan manusia kepada orangutan.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 25 Sep 2015 11:41 WIB

Author

Eli Kamilah

BOSF Pertimbangkan Evakuasi Orangutan Dari Lahan Kebakaran

Ilustrasi - Orangutan dan bayinya. (Foto Setkab.go.id)

KBR, Jakarta - Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo, BOS Foundation di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur akan segera mengevakuasi orangutan jika kebakaran terjadi lagi di kawasan tersebut. CEO BOS Foundation, Jamartin Sihite mengatakan, pihaknya sudah menutup akses sekolah hutan dan membatasi kunjungan manusia kepada orangutan. Meski tingkat stres belum tinggi, namun kata Jamartin, kondisi orangutan sudah banyak yang gelisah.

"Tingkat stresnya belum kelihatan, tetapi mereka sudah mulai gelisah. Karena mereka tahu kan kondisi alam. Sampai sekarang kita belum tahu kemana evakuasinya. Tetapi mungkin kita akan masukan ke kandang dan titip di Kemenhut Balikpapan," jelas Jamartin.

Sebelumnya, kebakaran kembali terjadi di hutan konservasi milik Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation Samboja Lestari Kutai Kartanegara seluas sekitar 500 Hektar. Sampai saat ini sudah 100an hektar lahan yang terbakar.

Kejadian kebakaran terjadi sejak Rabu lalu di sisi Selatan Komplek BOSF dengan jarak sekitar 1 kilometer dari kantor Pusat. Kondisi itu menyebabkan sekitar 209 orangutan dan 47 ekor beruang madu yang sedang dalam perawatan terancam. Lahan yang terbakar adalah pusat reintroduksi orangutan Kalimantan Timur Samboja Lestari.
 

Editor : Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Pemerintah akan Evaluasi Peningkatan Serapan Anggaran

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17