Bidan Kecewa Pencairan Klaim Persalinan Pengguna BPJS Lambat

Pengurus Forum Bidan Cilacap, Sri Hartini mengatakan pencairan klaim biaya persalinan yang lama ini menyebabkan terganggunya pelayanan persalinan oleh bidan.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 15 Sep 2015 10:43 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Bidan Kecewa Pencairan Klaim Persalinan Pengguna BPJS Lambat

Ilustrasi. Seorang tenaga medis tengah memeriksa detak jantung janin. Banyak bidan mengeluhkan lambatnya proses pencairan klaim biaya persalinan pengguna BPJS Kesehatan. (Foto: www.kesehatanibu.depkes

KBR, Cilacap – Para bidan di Cilacap, Jawa Tengah mengeluhkan lamanya waktu pencairan biaya persalinan pengguna kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Proses pencairan klaim biaya pasien pengguna BPJS bahkan butuh waktu setahun.

Pengurus Forum Bidan Cilacap, Sri Hartini mengatakan pencairan klaim biaya persalinan yang lama ini menyebabkan terganggunya pelayanan persalinan oleh bidan.

Dalam klaim tersebut termasuk pengadaan alat kesehatan sekali pakai. Padahal, persediaan alat tersebut di sejumlah Puskesmas dan Polindes dibatasi.

Hal ini menyebabkan pengadaan alat baru jadi terkendala dan mengganggu bidan menangani persalinan baru.

"Totalnya Rp 35,4 juta. Ini sudah diklaimkan sejak Agutus 2014. Baru bulan ini mau cairnya. Sekarang sedang proses katanya," ujar Sri Hartini.

Klaim biaya yang terlalu lama, menurut Sri Hartini turut berdampak buruk pada psikologi bidan yang menangani pasien.

Sebab, bidan yang bertugas merasa tidak mendapat penghargaan semestinya.

Sesuai aturan, klaim persalinan BPJS mencapai Rp 630-an ribu, sudah meliputi pengadaan alat kesehatan habis pakai dan biaya tenaga medis (bidan).

Namun karena lambatnya klaim, bidan yang bertugas baru dibayar setahun kemudian.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua

Para Pencari Harta Karun

Kabar Baru Jam 8

KPK Berada di Titik Nadir?