Bangunan Proyek Tol TransJawa di Nganjuk Ambrol, Dua Pekerja Patah Tulang

Kecelakaan kerja itu terjadi setelah triplek penyangga dasar cor bangunan tol ambles akibat adanya geseran tanah. Dua pekerja mengalami sejumlah luka serius sehingga harus di rawat intensif.

BERITA , NUSANTARA

Rabu, 02 Sep 2015 22:37 WIB

Author

Muji Lestari

Bangunan Proyek Tol TransJawa di Nganjuk Ambrol, Dua Pekerja Patah Tulang

Ruas proyek jalan tol Trans jawa ambruk sepanjang lima meter di Nganjuk Jawa Timur, (2/9). (Foto: Muji Lestari/KBR)

KBR, Jombang - Proyek tol Trans Jawa yang berada di Nganjuk Jawa Timur terganggu dengan ambrolnya ruas bangunan sepanjang lima meter. Lokasinya berada di Desa Lestari, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk. Proyek ini merupakan ruas Kertosono-Mantingan. 

Kecelakaan kerja itu terjadi setelah triplek penyangga dasar cor bangunan tol ambles akibat adanya geseran tanah. Dua pekerja mengalami sejumlah luka serius sehingga harus di rawat intensif di rumah sakit setempat.

Informasi yang dihimpun KBR, awalnya para pekerja mulai melakukan pengecoran dimana sebelumnya telah dipasang papan begesting atau pengukuran untuk dicor. Namun naas, saat itu triplek penyangga ambles. Adukan semen yang dicor pun terjatuh hingga menimpa dua pekerja yang berada dibawahnya.

Pelaksanan proyek, Raharjo mengatakan robohnya bangunan tol itu karena adanya pergeseran tanah di atas bangunan sepanjang 7x5 meter dan ketinggian 6 meter.

Raharjo menegaskan, tidak ada kesalahan kontruksi terkait robohnya salah satu titik bangunan jalan tol itu.

"Itu non teknis, semua sudah dihitung. Semua diperlakukan sama dari sektor sembilan sampai enam itu sama. Tahu-tahu tanahnya kita nggak tahu itu bekas apa. Kalau korban itu dia kerja, dia itu bagian storing kalau ngecor itu dia ada storing atau ngecek, dia baru naik tanah goyang lalu dia turun. Dilihatnya tidak apa-apa, lantas naik lagi. Baru dua meter, ambruk (adukan semen cor)," kata Raharjo.

Dua pekerja yang menjadi korban robohnya bangunan tol saat ini masih di rawat di RSUD Kertosono. Korban adalah Muin, 34 tahun, Warga asal Kabupaten Kediri yang mengalami patah tulang pada pergelangan tangan kiri setelah tertimpa semen bangunan. 

Selain itu, Sholikin,37 tahun,Warga Kendal, Jawa Tengah, yang mengalami lecet pada siku tangan kanan dan pelipis sebelah kanan.

Kasus robohnya proyek tol Trans Jawa tersebut hingga saat ini ditangani oleh Kepolisian Nganjuk. Menurut pihak pelaksana proyek, Raharjo, kerugian ambrolnya salah satu titik bangunan tol tersebut diperkirakan mencapai Rp. 100 juta.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Hari Matinya KPK

Anak Muda Dorong Gerakan Sosial Lewat Film Dokumenter

Anak Muda Dorong Gerakan Sosial Lewat Film Dokumenter

Anak Muda Dorong Gerakan Sosial Lewat Film Dokumenter

Anak Muda Dorong Gerakan Sosial Lewat Film Dokumenter