APBD Banyuwangi Tambah Anggaran Penanganan HIV/AIDS

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan alokasi dana tersebut digunakan untuk menambah Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM) dan Care Support Treatment (CST).

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 09 Sep 2015 15:36 WIB

Author

Hermawan Arifianto

APBD Banyuwangi Tambah Anggaran Penanganan HIV/AIDS

Ilustrasi pita merah peduli HIV AIDS. (Foto: jakarta.go.id)

KBR, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur menambah anggaran untuk penanganan kasus HIV/AIDS, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2015.

Sebelumnya anggaran penanganan HIV AIDS hanya Rp4 miliar, namun dalam APBD 2015 ditambah Rp15 miliar menjadi total Rp19 miliar.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan alokasi dana tersebut digunakan untuk menambah Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM) dan Care Support Treatment (CST).

Selain itu, anggaran ditambah juga untuk memperbanyak pengadaan reagent (alat pendeteksi HIV/AIDS khusus ibu hamil) di RSUD dan Puskesmas.

Kata Anas, kampanye soal HIV/AIDS terus akan ditingkatkan melalui media sosial dan media konvensional seperti radio, media online, dan media cetak. Begitu juga di sekolah-sekolah sosialisasi lebih diintensifkan.

"Anggaran itu untuk pendampingan, mulai pelengkapan alat untuk mendiagnosa terutama untuk ibu hamil. Ibu hamil kan perlu alat khusus. Banyuwangi juga punya 21 VCT (voluntary counselling & testing) untuk mengecek HIV/AIDS, sedangkan di tempat lain paling hanya tiga atau empat VCT saja," kata Abdullah Azwar Anas (9/9/2015).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Widji Lestariono mengatakan saat ini Pemkab Banyuwangi memiliki Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM) di RSUD Genteng, pelayanan CST (Care Support Treatment) di RSUD Blambangan dan RSUD Genteng. Namun jumlah itu belum mencukupi.

Tahun ini dengan alokasi dana yang ada, pemerintah menambah PTRM di RSUD Blambangan dan CST di lima puskesmas, yaitu Puskesmas Singojuruh, Sobo, Genteng Kulon, dan Puskesmas Kedungrejo, Muncar.

Wiji Lestariono menambahkan, Saat ini Banyuwangi memiliki 21 klinik VCT, yaitu di RSUD Blambangan, RSUD Genteng, dan 19 puskesmas.

Jumlah orang positif HIV/AIDS di Banyuwangi sampai saat ini mencapai 2.358 orang. Jumlah itu diperoleh melalui program pendeteksian sejak 1999-2015. Dari jumlah itu rata-rata didominasi perempuan dengan berbagai profesi, mulai dari ibu rumah tangga hingga karyawan swasta.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 8

Disability Right Fund (DRF) Mitra Disability People Organisation (DPO)