Anggota DPR Usulkan Suaka Margasatwa Khusus Badak Sumatera di Kutai Barat

Darori mengatakan jika Badak Sumatera dipindahkan ke hutan lindung masih akan tetap terancam oleh pembukaan lahan untuk tambang batubara dan perkebunan sawit.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 22 Sep 2015 11:41 WIB

Author

Teddy Rumengan

Anggota DPR Usulkan Suaka Margasatwa Khusus Badak Sumatera di Kutai Barat

Ilustrasi Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis). (Foto: ppid.dephut.go.id)

KBR, Balikpapan – Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro mengusulkan ke pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk segera membuat Suaka Margasatwa, yang akan menjadi areal hidup habitat Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis).

Suaka Margasatwa akan menjamin keberlangsungan hidup sejumlah Badak Sumatera yang belakangan ini ditemukan di areal perkebunan sawit, hutan tanam industri (HTI) dan tambang batubara di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

"Badak Sumatera ini kan perlu hidup. Ini jadi perhatian kita. Makanya tadi saya sarankan yang lima ribu hektar hutan (lindung) itu dijadikan Suaka Margasatwa. Kalau hutan lindung tetap saja bisa dimanfaatkan dan kutak-atik itu," kata Darori Wonodipuro, Selasa (22/9).

Darori mengatakan jika Badak Sumatera dipindahkan ke hutan lindung masih akan tetap terancam oleh pembukaan lahan untuk tambang batubara dan perkebunan sawit.

"Apalagi di Kalimantan ini ada tekanan yang besar. Lahan tambang batubara & sawit ilegal saja sampai 20 juta hektar luasnya, dengan 800 kasusnya. Itu Kalimantan, berdasarkan laporan bupati kepada kita di DPR. Jadi bupati melapor bupati (lain yang kerap mengeluarkan ijin liar)," kata Darori.

Sebelumnya ada sekitar delapan hingga 12 ekor Badak Sumatera ditemukan di areal perkebunan sawit dan tambang batubara di Kabupaten Kutai Barat.

Temuan itu berdasarkan survei dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, WWF, Yayasan Badak Indonesia dan Universitas Mulawarman.

Pemerintah Pusat pun berjanji dalam waktu dekat akan segera memindahkan Badak Sumatera itu ke Hutan Lindung Lestari.

Populasi Badak Sumatera yang juga disebut sebagai Sumateran Rhino saat ini semakin sedikit. Berdasar data International Union for Conservation of Nature (IUCN) Redlist jumlah populasi badak bercula dua ini sekitar pada 220-275 ekor (1997).

Bahkan juga menurut International Rhino Foundation (Virginia) diprediksikan populasi badak sumatera tak meraih 200 ekor (2010).

IUCN Redlist memasukkan Badak Sumatera dalam status konservasi critically endangered (gawat), atau satu tingkat di bawah status konservasi kepunahan, sejak 1996.

Badak Sumatera juga masuk dalam CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) Apendiks I mulai tahun 1975. CITES Apendiks I berarti Badak Sumatera dilindungi secara internasional dari semua bentuk perdagangan.

Editor: Agus Luqman
 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menunggu Sanksi Aparatur Tak Netral di Pilkada