Ojek Syar'i Ojesy, Membuat Wanita Nyaman Gunakan Jasa Ojek

Kendalanya, masih susah untuk mencari driver perempuan. Di media sosial misalnya, saat share pengumuman perekrutan ojek wanita, ada yang komentar "Cewek, kok ngojek?"

PILIHAN REDAKSI | NUSANTARA | OBROLAN EKONOMI

Jumat, 25 Sep 2015 15:54 WIB

Author

Eka Jully

 Ojek Syar'i Ojesy, Membuat  Wanita Nyaman Gunakan Jasa Ojek

Ojek Syar'i ( Ojesy)

KBR,Jakarta- Anda wanita yang suka memakai jasa ojek untuk berangkat ke kantar supaya tak telat  tiba di tempat? Tapi, berkali-kali naik ojek yang pengemudinya kaum Adam, Anda merasa risih dan tak  nyaman?

Nah, sekarang sudah hadir jasa ojek yang membanta Anda nyaman dan bebas gangguan pelecehan seksual. Ojek Syar'i atau Ojesy namanya. Ojek ini khusus mengangkut penumpang perempuan dan anak-anak, dan pengemudinya pun wanita. Amankan kalau begini?

Pendirinya adalah mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Surabaya yang baru berusia 19 tahun. Namanya Evilita  Adriani. Menurut Evilita, Ia mendirikan layanan ini karena mendengar banyak curhatan wanita yang merasakan ketidaknyamanan saat dibonceng oleh pengemudi pria ketika memakai jasa ojek. Curhatan itu, Ia dengarkan saat masih menjadi kurir paruh waktu untuk mengangkut barang dan penumpang khusus perempuan.

“Saya mendirikan ini karena terdorong banyaknya kasus kriminal dan pelecehan seksual yang terjadi di transportasi umum, terutama pada wanita. Akhirnya di pertengahan Februari 2015, ada ide untuk membuat ojek Syar'i khusus wanita dengan modal nol,“ ujarnya saat berbincang bersama KBR pada program Obrolan Ekonomi, Jumat (25/9/2015).

Untuk tarifnya, Evilita mematok Rp 3000 per kilometer ditambah tarif awal Rp. 5000 diawal. Tarif awal ini untuk keperluan bensin pengendara untuk menuju ke lokasi penumpang dan kembali lagi ke lokasi awal pengendara. Tapi kalau pelanggan tetap, tidak dikenakan tarif awal.  

Sementara itu, pembagian fee untuk pengendara, adalah 30% dari tarif awal Rp 5.000, dan 70% dari tarif ojek per kilo meter Rp 3000.  Pengendara akan dapat bonus dan tunjangan jika target minimal rata-rata jarak tempuh harian 15 KM. Sementara untuk investor, keuntungan setiap bulan akan dibagikan sebesar 25 % dengan jangka waktu investasi 2 tahun.


Evilita tak sendiri menjalankan Ojesy yang mulai berjalan sejak 10 Maret 2015 di Surabaya ini. Bersama Reza Zamir (21 th) dan Agus Edi S (32 th), Ia membuat konsep untuk menjalankan bisnis ini. Dan tak perlu lama, kini layanan ini sudah berbentuk  PT Ojek Syari Indonesia.

Reza Zamir mengatakan, saat ini ada fasilitas asuransi untuk pengendara Ojesy, dan dalam waktu dekat akan ada asuransi untuk penumpang dengan budget yang bisa dijangkau.

“Banyak pengemudi wanita yang  menjadikan ojek syar'i ini sebagai pekerjaan tetap, ada pula untuk side job, dengan pemasukan Rp.50.000-Rp.100.000 per hari. Bahkan, ada yang berprofesi sebagai manager HRD pun melamar jadi pengemudi ojek," katanya

Karena pengemudi ojek ini adalah  wanita, tentu management sangat menjaga keamanan pengemudi. Agar terhindar dari tindak kejahatan seperti begal, maka jam orderan dibatasi dari jam 06.00 pagi sampai jam 20.00 malam.

Meskipun antara wanita dan wanita akan lebih aman dan nyaman saat berbocengan naik motor, namun ada kendala yang harus dihadapi, salah satunya tak semua perempuan mau menjadi tukang ojek. 


“Kendalanya, masih susah untuk mencari driver perempuan. Di media sosial misalnya, saat share pengumuman perekrutan ojek wanita, ada yang komentar "Cewek, kok ngojek?" Persepsi orang tuh masih begitu. Jadi kita lakukan edukasi juga bahwa jangan dilihat dari sisi pekerjaannya saja, tapi dari sisi sosialnya kita memberikan kenyamanan pada sesama wanita. Selain dapat penghasilan dari pengendara, juga mendapatkan pahala sosial, karena ini kan untuk membantu wanita juga, “ujarnya

Meski baru berjalan 6 bulan dan dengan modal nol rupiah, saat ini Ojesy sudah bisa mengantongi Rp.25 juta per bulan. Mereka pun  sudah memiliki 5 orang customers service, 1 orang bagian administrasi, dan 275 driver di seluruh kota. Reza mengaku, untuk mengembangkan bisnis ini, maka perekrutan driver akan  terus dilakukan. Kedepannya akan ada driver cowok, juga khusus untuk penumpang cowok, tapi brandnya akan dipertimbangkan lagi.  


Kini, pengguna Ojesy  sudah ada di 10 kota, yaitu, Jakarta, Bekasi,Tangerang Selatan, Bekasi, Depok, Solo, Jogya, Malang, Sidoarjo, Gersik, dan Surabaya. Bahkan di Jakarta, kata Reza, sudah ada 100 orang pengemudi.  

Nah, ingin merasakan naik ojek sesama wanita ini? Anda bisa memesannya secara manual melalui What'app atau SMS 0857-4946-2442 atau telephone 0897-4565-379. Oh ya, mengapa jasa ojek ini  belum  melalui layanan aplikasi ojek online yang saat ini tengah marak? Tenang, menurut Reza, aplikasi itu sudah dipersiapkan, saat ini masih berbentuk prototype, dalam waktu dekat akan segera diluncurkan. Reza dan Evilita pun mempunyai obsesi untuk membuka Ojesy di seluruh Indonesia.

Anda tertarik untuk bergabung di Ojesy, dan ingin tau apa saja syaratnya? Silahkan kulik websitenya di http://www.ojeksyari.com/

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Cegah Penyebaran COVID-19, Saudi Arabia Tangguhkan Visa Umrah

Kabar Baru Jam 8

Wabah virus Corona telah Menyebar ke Seluruh Benua di Dunia kecuali Antartika

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20