'Air Sungai Jombang Berubah-ubah, Dari Kekuningan, Hitam, Putih, Hitam Lagi...'

Aliran sungai Vanengel yang berada di Jombang Jawa Timur diduga tercemar limbah beracun. Air sungai berwarna hitam dengan bau tak sedap.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 22 Sep 2015 13:10 WIB

Author

Muji Lestari

'Air Sungai Jombang Berubah-ubah, Dari Kekuningan, Hitam, Putih, Hitam Lagi...'

Sejumlah anggota DPRD Jombang memantau sungai yang diduga tercemar limbah. (Foto: Muji Lestari/KBR)

KBR, Jombang - Aliran sungai Vanengel yang berada di Jombang Jawa Timur diduga tercemar limbah beracun. Air sungai berwarna hitam dengan bau tak sedap.

Diduga pencemaran berasal dari Pabrik Gula Jombang Baru, yang berada di tengah Kota Jombang.

Pencemaran sungai itu menarik perhatian Komisi C DPRD Kabupaten Jombang. Perwakilan Komisi C langsung memantau kondisi sungai tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Jombang Masud Zuremi mengatakan aur sungai berbau busuk, dan warnanya berubah menjadi putih kekuning-kuningan. Bahkan pada aliran yang semakin jauh, di sungai Konto warnanya berubah menjadi hitam.

Apalagi di musim kemarau yang kering dan air sedikit, bau air sungai semakin mengganggu masyarakat yang tinggal di sepanjang Sungai Vanengel hingga Sungai Konto.

Masud menduga sistem pengolahan limbah pabrik tidak sempurna. Ia khawatir jika limbah itu beracun.

"Yang kita lihat dari Pabrik Gula air itu agak kekuning-kuningan. Sampai di Desa Mojokrapak di Ngrawan airnya sudah berubah menjadi hitam, dari hitam itu kemudian sampai ke wilayah Tembelang itu samapi Desa Kedung Otok itu air menjadi putih seperti sabun. Lalu sampai dengan wilayah Sumobito sudah hitam lagi. Ini yang sedang jadi tanda tanya kita. Ini dari apa?" kata Masud Zuremi, Selasa (22/9).

Masud mengatakan saat ini DPRD masih melakukan koordinasi dan uji laboratorium sampel limbah dengan sejumlah pihak terkait. Diantaranya pengelola Pabrik Gula Jombang Baru, Dinas Pengairan dan Badan Lingkungan Hidup setempat.

Selain dari Pabrik Gula Jombang Baru, tercemarnya air sungai Vanengel dan Kunto juga diduga dari beberapa pabrik lain. Seperti pabrik makanan ringan dan Rumah Potong Hewan di Desa Mojokrapak.

Ketua Komisi C DPRD Jombang, Masud Zuremi, menjelaskan, meski belum ada hasil uji sampling limbah, pihaknya tetap meminta seluruh pabrik tersebut untuk memperbaiki sistem pengolahan limbah.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Hutan dan Sabana Gunung Rinjani Terbakar

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Inggris Bersikeras Tinggalkan Uni Eropa 31 Oktober 2019

Kabar Baru Jam 17