Pewarta Foto Bandung Gelar Pameran 'Keprihatinan Citarum'

KBR, Bandung - Sebanyak 70 foto tentang Sungai Citarum dipamerkan oleh Wartawan Foto Bandung (WFB) di Gedung Indonesia Menggugat, Selasa (9/9). Foto itu memotret keseharian masyarakat yang beraktifitas dan bermukim disekitar Sungai Citarum sejak lima tahu

NUSANTARA

Selasa, 09 Sep 2014 17:47 WIB

Author

Arie Nugraha

Pewarta Foto Bandung Gelar Pameran 'Keprihatinan Citarum'

pewarta foto, bandung, citarum

KBR, Bandung - Sebanyak 70 foto tentang Sungai Citarum dipamerkan oleh Wartawan Foto Bandung (WFB) di Gedung Indonesia Menggugat, Selasa (9/9). Foto itu memotret keseharian masyarakat yang beraktifitas dan bermukim disekitar Sungai Citarum sejak lima tahun terakhir.

Menurut Juru Bicara WFB, Prima Mulia, tujuan pameran tersebut untuk mengingatkan pemerintah setempat mau pun nasional terkait penanganan sungai yang disebut sebagai sungai paling tercemar di dunia.

"Cermin bagi kita semua. Ini foto dibuat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Bisa dilihat dari 2010 sampai sampai akan masuk 2015 ternyata kondisinya dengan dana sekian banyak dan besar itu ternyata kondisinya tidak banyak berubah. Ada mungkin perubahan tapi kita lihat di sisi pencemaran lingkungan itu hampir sama sekali tidak ada perubahan," ujarnya di Gedung Indonesia Menggugat, jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung.

Juru bicara WFB Prima Mulia mengatakan, bahkan kucuran bantuan dana dari Bank Asia, ADB, untuk penanggulangan Sungai Citarum dianggap tidak mempan untuk menata salah satu aliran sungai yang memasok kebutuhan air bersih rakyat Jawa Barat dan Ibukota Negara Jakarta.

Prima menyebutkan materi foto yang dipamerkan untuk mengingatkan tentang carut marut penanganan Sungai Citarum yaitu terjadi banjir disepanjang daerah bantaran sungai, pertanian, sektor pendidikan, akses transportasi, sampah, limbah cair serta pengelolaan air sungai.

WFB menggelar pameran foto bertema Sungai Citarum di Gedung Indonesia Menggugat untuk mengingatkan pemerintah daerah dan nasional agar penanganannya harus dilakukan dengan baik.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Jaksa Agung Diminta Klarifikasi Pernyataan bahwa Tragedi Semanggi I-II Bukan Pelanggaran HAM Berat