covid-19

Berdalih Kembalikan Uang Suap, Rachmat Tolak Dakwaan Jaksa KPK

Bekas Bupati Bogor, Jawa Barat, Rachmat Yasin, menolak dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal terkait tindak korupsi suap tukar-menukar kawasan hutan seluas 2.754 hektare kepada PT Bukit Jonggol Asri senilai Rp4,5 miliar.

NUSANTARA

Kamis, 25 Sep 2014 15:10 WIB

Author

Arie Nugraha

Berdalih Kembalikan Uang Suap, Rachmat Tolak Dakwaan Jaksa KPK

Uang Suap, Rachmat, Jaksa KPK

KBR, Bandung - Bekas Bupati Bogor, Jawa Barat, Rachmat Yasin, menolak dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal terkait tindak korupsi suap tukar-menukar kawasan hutan seluas 2.754 hektare kepada PT Bukit Jonggol Asri senilai Rp4,5 miliar.

Penolakan Rachmat diucapkannya pada sidang perdana di Pengadilan Negeri Tipikor, Jalan RE. Martadinata, Bandung, Kamis (25/9). Ia menolak dakwaan itu dengan alasan seluruh uang suap yang diterima telah ia kembalikan.

"Kan dakwaan sudah disampaikan kepada saya dan saya pelajari dan lain sebagainya. Dan karena itu ketika didakwakan bahwa saya menerima suap atau hadiah janji, apabila saya sudah mengembalikan artinya saya sudah mengakui perbuatan. Itu berbeda. Lebih tidak relevan lagi nanti kalau saya ajukan eksepsi,” ujar Rachmat usai sidang di Pengadilan Negeri Tipikor, Jalan RE. Martadinata, Bandung, Kamis (25/9).

Pada sidang perdana itu Bekas Bupati Bogor, Jawa Barat, Rachmat Yasin, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dengan nilai denda Rp1 miliar dan minimal 4 tahun penjara dengan nilai denda Rp200 juta. Perbuatan Rachmat Yasin itu dianggap melanggar pasal 12a dan pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu penyuap bekas Bupati Bogor, Jawa Barat, F.X. Yohan Yap telah divonis 1 tahun 6 bulan penjara oleh Majelis Hakim Tipikor, Pengadilan Negeri Bandung Rabu kemarin, (24/9). Yohan dianggap terbukti telah melakukan penyuapan senilai total Rp4,5 miliar selama bertahap kepada Rachmat Yasin sejak Februari sampai Mei 2014. Penyuap Rachmat Yasin ini berperan sebagai kurir non-karyawan PT Bukit Jonggol Asri.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Niatan Berantas Intoleransi di Lingkungan Pendidikan

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 7