Bagikan:

YLKI: Ide Pembatasan Kendaraan Ngawur

KBR68H- Guna mengatasi mobil murah, Pemprov DKI harus segera melaksanakan program Jalan Berbayar atau Electronik Road Pricing ERP atau pemberlakukan Sistem Ganjil Genap bukan pembatasan usia kedaraan.

NUSANTARA

Kamis, 26 Sep 2013 16:01 WIB

YLKI: Ide Pembatasan Kendaraan Ngawur

YLKI, pembatasan kendaraan, mobil murah, jakarta

KBR68H- Guna mengatasi mobil murah, Pemprov DKI harus segera melaksanakan program Jalan Berbayar atau Electronik Road Pricing ERP atau pemberlakukan Sistem Ganjil Genap bukan pembatasan usia kedaraan.

Menurut Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tuluis Abadi, pembatasan usia kendaraan tidak efektif dan justru menguntungkan industri kendaraan.

“Jika kendaraan usia tertentu dibatasi akhirnya grounded dan tidak boleh masuk ke Jakarta sehingga orang akan beli mobil baru lagi dan ini jelas menguntungkan industri otomotif, ini tidak mengatasi kemacetan. Ide ini justru ngawur,” kata Tulus.

Tulus mengusulkan, program ERP, sistem ganjil genap dan pajak mobil dinaikan itu yang harus dilakukan.

“Dengan system itu lebih rasional dibandingkan dengan pembatasan usia kendaraan. Saya juga setuju jika ERP dilaksankan dengan biaya tertentu. Sehingga saat jalan macet tarifnya bisa naik dan jika tidak macet, bisa turun. Misalnya di Stockholm dan Singapura kisaran tarifnya antara 12.500 dan 25.000 per sekali lewat dalam sekali lewat dan saya kira lebh pas misa ditiru model Singapura dan Stockholm,” ujarnya.

Sumber: Radio Green Radio FM

Editor: Suryawijayanti

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Genjot Investasi untuk Ancaman Resesi