Bagikan:

Tarik Polisi dari Desa Mekar Jaya Indramayu

Pengerahan personil kepolisian di Ujung Desa Mekar Jaya, Indramayu, Jawa Barat, bisa kembali memicu konflik dengan warga.

NUSANTARA

Sabtu, 14 Sep 2013 22:36 WIB

Author

Ade Irmansyah

Tarik Polisi dari Desa Mekar Jaya Indramayu

konflik tanah, indramayu, jawa barat

KBR68H, Jakarta - Pengerahan personil kepolisian di Ujung Desa Mekar Jaya, Indramayu, Jawa Barat, bisa kembali memicu konflik dengan warga. 


Anggota Komnas Ham, Nurcholis meminta kepolisian menarik pasukannya di sana. Kata dia, upaya ini dilakukan agar pascakonflik antara aparat dengan Serikat Tani Indramayu menjadi kondusif.


“Masih dikoordinasikan dengan penanganan kasus yang lainnya juga, penanganan kasus yang lainnya juga sedang menunggu untuk direspon dan mengatur jadwal para komisioner yang lainnya. Tetapi tetap kita melakukan upaya-upaya monitoring. Kita koordinasi dengan Kapolres, minta supaya Kapolres tidak melakukan upaya-upaya kekerasan atas yang terjadi di sana. Nah kita juga meminta juga supaya yang patrol di sana di hentikan dan sebagainya, baru itu yang bisa kita lakukan,” ujarnya.


Akhir Agustus, aksi damai Serikat Tani Indramayu menolak pembangunan bendungan berakhir ricuh karena karena penyerangan sejumlah preman dengan lemparan batu, bongkahan kayu, dan pukulan kepada petani. 


Sedikitnya dua puluh dua petani luka-luka dan empat puluh sembilan sepeda motor petani dirusak preman dan aparat kepolisian. Dalam kericuhan ini diduga oknum kepolisian ikut ambil bagian menyeret, memukuli serta menangkap para petani. Polisi menetapkan lima petani dan pendampingnya sebagai tersangka.


Editor: Antonius Eko 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Buntu Penolakan Pemekaran Wilayah Papua