Bagikan:

Target Pemanfaatan Energi Terbarukan Indonesia Rendah

KBR68H, Nusa Dua - Target pemerintah Indonesia terkait pemanfaatan energi terbarukan dinilai masih rendah.

NUSANTARA

Rabu, 25 Sep 2013 07:49 WIB

Author

Muliartha

Target Pemanfaatan Energi Terbarukan Indonesia Rendah

pemanfaatan energi terbarukan, greenpeace

KBR68H, Nusa Dua - Target pemerintah Indonesia terkait pemanfaatan energi terbarukan dinilai masih rendah. Kepala Greenpeace Indonesia Longgena Ginting mengatakan pemerintah Indonesia terlihat tidak berambisi untuk mengembangkan energi terbarukan, karena hanya mematok pemanfaatan energi terbarukan sebesar 5-10 persen dari kebutuhan energi.

Menurutnya pemerintah dalam 10 tahun ke depan bisa menargetkan pemanfaatan energi terbarukan mencapai 40-50 persen dari kebutuhan energi nasional. Longgena Ginting menegaskan upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan sangat tergantung pada kemauan politik dari pemerintah.

“Tentu harus ada kemauan politik, harus ada kemauan besar bagi energi masa depan, dari situ kita bisa lihat bahwa sebetulnya secara teknologi secara sumber daya memungkinkan. Visi itu yang kita mau, setelah itu pasti ada kebijakan-kebijakan yang mendorongnya, kebijakan ekonomi, politik dan sebagainya,” papar Longgena Ginting.

Longgena Ginting mengungkapkan rendahnya target pemanfaatan energi terbarukan karena masih adanya anggapan ketersediaan energi batubara dan energi fosil yang masih mencukupi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik pun sempat menyatakan potensi energi terbarukan yang melimpah masih belum dimanfaatkan dengan maksimal. (muliarta)

Editor: Suryawijayanti 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia