Tangani Kasus Dul, Polisi Diminta Taati SKB

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kepada kepolisian untuk taat pada Surat Keputusan Bersama (SKB) dalam menangani kasus AQJ atau Dul. Bocah 13 tahun tersebut adalah tersangka kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan banyak orang di t

NUSANTARA

Selasa, 10 Sep 2013 10:28 WIB

Author

Ade Irmansyah

Tangani Kasus Dul, Polisi Diminta Taati SKB

ahmad dhani, kecelakaan tol, KPA, Abdul Qodir Jaelani

KBR68H, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kepada kepolisian untuk taat pada Surat Keputusan Bersama (SKB) dalam menangani kasus AQJ atau Dul.  Bocah 13 tahun tersebut adalah tersangka  kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan banyak orang di tol Jagorawi. 


Ketua Divisi Pengawasan KPAI, M Ihsan mengatakan, SKB tersebut telah disepakati oleh Polri, Kejaksaan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan. SKB telah tertuang menjadi Undang-undang nomor 11 tahun 2012. Kata dia, dalam SKB tersebut mengatur bagaimana tersangka anak, tidak diperkenankan untuk menjalani proses hukum dan pengadilan pada penyelesaian kasusnya.


“Saya fikir Kompolnas juga memahami tentang prinsip-prinsip tentang dalam undang-undang peradilan dan persidangan anak. Justru yang didorong dalam SKB kepolisian, Mahkamah Agung dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan itu bagaimana agar bisa diterapkan diversi dan Restorative justice. Aturan ini memang sudah ditetapkan dalam undang-undang no 11 tahun 2012. Artinya jadi kalau Kompolnas mengatakan seperti itu, itu betul-betul bertentangan dengan semangat UU yang baru. Di dalam UU itu diatur bagaimana menghindari anak dari proses hukum dan pengadilan tetapi arahnya kepada pembinaan dan rehabilitasi,”  ujarnya kepada KBR68H. 


Sebelumnya Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengingatkan musisi Ahmad Dhani untuk tidak menyuap kepolisian dalam kasus kecelakaan yang menimpa anaknya. Anggota Kompolnas Adrinus Meliala mengatakan Ahmad Dhani bisa makin memperburuk citra kepolisian jika menyuap polisi untuk meringankan hukuman anaknya. Menurut dia, anak Ahmad Dhani harus menerima konsekuensi setelah menjadi tersangka kecelakaan yang menyebabkan 6 orang tewas. 


Editor: Antonius Eko 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18