Suku Naulu Bantu Rencana Pemindahan Ibu Kota Provinsi Maluku

Suku Naulu yang mendiami pedalaman Pulau Seram, mengibahkan tanah seluas 110 hektar untuk dijadikan sebagai lokasi pembangunan Ibu kota Provisni Maluku yang baru. Lahan berlokasi di dataran Negeri Makariki, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah.

NUSANTARA

Kamis, 19 Sep 2013 11:23 WIB

Author

Radio DMS

Suku Naulu Bantu Rencana Pemindahan Ibu Kota Provinsi Maluku

Suku Naulu, Pemindahan Ibu Kota, Provinsi Maluku

KBR68H, Ambon- Suku Naulu yang mendiami pedalaman Pulau Seram, mengibahkan tanah seluas 110 hektar untuk dijadikan sebagai lokasi pembangunan Ibu kota Provisni Maluku yang baru. Lahan berlokasi di dataran Negeri  Makariki, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah.

Penyerahan tanah tersebut, sebagai bentuk dukungan warga suku Naulu guna membantu pemerintah  mempercepat proses pemindahan ibukota provinsi dari Ambon ke dataran Pulau Seram.

Raja Naulu, Sahune Matoke usai bertemu Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Maluku, Ros Far Far menjelaskan, masyarakat Suku Naulu telah melakukan rapat besar dan bermufakat menyatakan sikap menyerahkan lahan seluas 110 hektare secara iklhas, tanpa meminta kompensasi berupa ganti rugi atas lahan yang dihibahkan.

Matoke yang didampingi Kepala Kampung Rohua Pante, Bonara, Amalesy dan Tawanwane juga menyayangkan sikap pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang tidak mengakomodir suku Naulu saat pencangan ibu kota provinsi oleh Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu pada, Sabtu (14/9). Untuk itu dia berharap agar ke depan pemerintah Kabupaten setempat tidak mengabaikan keterlibatan mereka dalam setiap proses pembangunan ibu kota yang baru.

Respon Pemerintah


Terkait hibah tanah ini, Pemerintah Provinsi Maluku memberikan apresiasi kepada warga suku Naulu.

Pelaksan Harian (Plh) Gubernur Maluku Ros Far Far menyatakan, pemerintah provinsi Maluku menyambut baik pemberian lahan itu, tanpa ada kompensasi.

Far Far menyatakan selama proses pembangunan ibu kota provini yang baru, pemerintah daerah akan melibatkan suku Naulu didalamnya sebagai bentuk apresiasi atas kebulatan dukungan suku asli pulau Seram itu.

Pencangan ibu kota provinsi Maluku dilakukan, sabtu (14/9) oleh Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu bersama Wakil Gubernur Said Assagaff sehari seblum kedua pasangan Gubernur/Wakil Gubernur periode 208-2013 itu, mengakhiri masa jabatan mereka. Dalam pencangan itu hadir pula Ketua DPRD Maluku Fatani Sohilauw.

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri