Sebut Bupati Perampok, Pemred Nias Bangkit Diperiksa Polisi

Mengutip Ketua Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Erwinus Laia, Nias Bangkit menulis, "...Erwinus mengatakan, dugaan praktik perampokan uang rakyat oleh Bupati Nias Selatan juga terjadi pada proyek pembangunan fondasi tiang pancang Gedung Istana Rak

NUSANTARA

Selasa, 03 Sep 2013 18:48 WIB

Author

Heru Hendratmoko

Sebut Bupati Perampok, Pemred Nias Bangkit Diperiksa Polisi

Kasus korupsi, Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi, pemred Nias Bangkit Donny Iswandono, Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo

Dua penyidik dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara hari ini (3/9) di Jakarta memeriksa Donny Iswandono, pemimpin redaksi Nias Bangkit, sebuah media online yang memfokuskan pemberitaan tentang Nias. Donny diperiksa sebagai saksi dalam kasus pemberitaan yang berjudul "FKI-1 Serahkan Tambahan Bukti kepada KPK" pada 1 Mei lalu.

Dalam berita tersebut, Nias Bangkit menulis kasus korupsi yang diduga melibatkan Bupati Nias Selatan, Idealisman Dachi,dalam proyek  pembangunan Istana Rakyat (Balai Pertemuan) dan Gedung Pemerintahan Kabupaten Nias Selatan. Mengutip Ketua Front Komunitas Indonesia  Satu (FKI-1) Erwinus Laia, Nias Bangkit menulis, "...Erwinus mengatakan, dugaan praktik perampokan uang rakyat oleh Bupati Nias Selatan juga terjadi pada proyek pembangunan fondasi tiang pancang Gedung  Istana Rakyat yang berada di Jalan Saönigeho Km 3,3, Telukdalam sebesar Rp 7.780.000.000."

Kalimat "perampokan uang rakyat oleh Bupati Nias Selatan" inilah yang dipersoalkan Idealisman Dachi. "Padahal yang dimuat di situ, sudah kita perhalus kalimatnya," kata Donny yang dalam pemeriksaan didampingi anggota Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo, AJI Indonesia, LBH Pers, dan ICT Watch.

Menurut Donny, pihak Nias Bangkit juga sudah berupaya meminta konfirmasi kepada Bupati, tetapi tak pernah mendapat tanggapan. "Permintaan kami untuk wawancara selalu ditolak. Bupati lebih memilih mengadu ke polisi."


Penyidik Polda Sumut memeriksa Donny Iswandono di Gedung Dewan Pers di Jakarta karena Donny tak bisa hadir pada panggilan pertama 6 Agustus dengan alasan kesulitan transportasi menjelang Lebaran. Dengan bantuan Dewan Pers, akhirnya disepakati pemeriksaan berlangsung di Jakarta.

Berita Terkait

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.