Rupiah Melemah, Komoditi di Papua Ini Tak Terpengaruh

Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Papua mengklaim saat ini hanya ada tiga komoditas lokal setempat yang bertahan terhadap melemahnya rupiah terhadap dolar yang sedang terjadi belakangan ini.

NUSANTARA

Jumat, 13 Sep 2013 18:17 WIB

Author

Radio Swara Nusa Bahagia

Rupiah Melemah, Komoditi di Papua Ini Tak Terpengaruh

Rupiah Melemah, Komoditi di Papua, Tak Terpengaruh

KBR68H, Jayapura- Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Papua mengklaim saat ini hanya ada tiga komoditas lokal setempat yang bertahan terhadap melemahnya rupiah terhadap dolar yang sedang terjadi belakangan ini. 

Kepala Disperindagkop, Septinus Hamadi menuturkan, ketiga komoditi lokal itu diantaranya adalah ikan laut, kayu dan konsentrat tembaga. Ketiganya masih diekspor ke sejumlah negara Asia dan Eropa.

Sementara komoditas lainnya guna pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat setempat, masih bergantung sekitar 85 persen dari luar Papua, seperti beras dan sembako lainnya. Ini, kata Septinus, menyebabkan jika nilai rupiah melemah, dan secara otomatis nilai jual komoditas tersebut akan naik.

“Semua barang yang kita impor, itu kan sudah masuknya pakai dolar itu. Tentunya sudah harga dolar yang sekarang. Barang impor ini kan tidak langsung masuk di kita kan, masuknya lewat Surabaya, lewat Makassar. Jadi kalau masuknya ke sini, sudah tentu masuknya pasti mahal,” jelasnya. 

Disperindagkop setempat mengklaim sedang meningkatkan produksi lokal, agar tidak ada ketergantungan komoditas dari luar Papua. Beberapa yang saat ini sedang ditingkatkan adalah produksi beras, kopi  dan coklat. (Katharina Lita)

Editor: Anto Sidharta

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun