Rawan Penyelundupan Bom, Polda Kalbar Tambah CCTV di Perbatasan Malaysia

KBR68H, Pontianak - Kepolisian daerah (Polda) Kalimantan Barat berencana menambah kamera pengawas atau CCTV di pintu perbatasan dengan Malaysia.

NUSANTARA

Rabu, 25 Sep 2013 15:16 WIB

Author

Jayanti Mandasari

Rawan Penyelundupan Bom, Polda Kalbar Tambah CCTV di Perbatasan Malaysia

cctv, malaysia, perbatasan, kalbar

KBR68H, Pontianak - Kepolisian daerah (Polda) Kalimantan Barat berencana menambah kamera pengawas atau CCTV di pintu perbatasan dengan Malaysia. Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Barat Agus Riansyah mengatakan, penambahan kamera pengintai diprioritaskan pada lokasi-lokasi yang memiliki potensi memantau langsung aktifitas yang mencurigakan di pintu perbatasan.

Terutama, untuk memantau plat nomor kendaraan yang dicurigai melakukan aktivitas ilegal. Selain mengandalkan pemantauan dari kamera pengintai, pihaknya juga bekerjasama dengan bea cukai dan aparat lainnya yang bertugas di perbatasan.

“Diperbaiki tempat-tempatnya yang masih dibutuhkan untuk memantau arus lalu-lintas dari Kalimantan Barat ke Malaysia. Ada beberapa titik khususnya yang dari ke Malaysia dan keluar itu sudah dipasang untuk memantau plat nomor kendaraan. Selama ini tidak ada masalah karena juga di entry point kita juga mendatakan kendaraan motor yang masuk dan keluar, karena ada pembukuannya di entry point," kata Agus Riansyah.

Sebelumnya, TNI Angkatan Darat berhasil mengamankan delapan rudal aktif dan 900 Kg bahan peledak di sebuah gudang di Desa Jagoi, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Dua orang berhasil melarikan diri ke Malaysia saat penggerebekan berlangsung.

Ini kejadian kedua kalinya penemuan bahan peledak di Kalimantan Barat. Pengamat teroris Al Chaidar menduga bahan peledak tersebut merupakan kiriman dari kelompok teroris di Sulu, Filipina Selatan.

Editor: Suryawijayanti

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada