Pemindahan Kawasan Industri ke Kepulauan Seribu Tidak Realistis

KBR68H, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia APINDO menilai rencana Pemprov DKI Jakarta merelokasi kawasan industri tidak realistis.

NUSANTARA

Kamis, 05 Sep 2013 11:00 WIB

Author

Nur Azizah

Pemindahan Kawasan Industri ke Kepulauan Seribu Tidak Realistis

kawasan industri, jakarta, kepulauan seribu, apindo

KBR68H, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia APINDO menilai rencana Pemprov DKI Jakarta merelokasi kawasan industri tidak realistis. Wakil Sekjen APINDO Franky Sibarani mengatakan,  pengembangan kawasan ekonomi khusus membutuhkan kesiapan daya dukung diantaranya pelabuhan dan pasokan energi. Padahal, kata Franky,  kawasan industri di Ibu Kota mampu mendongkrak perekonomian.

"Bahwa ada yang bisa dipindah, tentu saya setuju. tetapi kalau dikatakan semua, tentu itu satu hal yang tidak realistis, artinya yang pertama kan kita harus melihat juga industri yang ada saat ini ityu sudahn memberikan kontribusi besar terhadap AOBD dan perekonomian di Jakarta. Nha tetapi memang bahwa azda satu kendala besar yang saat ini ikuatirkan oleh pengusaha dan industri adalah menyangkut masalah nilai tukar rupiah," terang Franky dalam Program Sarapan Pagi KBR68H.

Wakil Sekjen APINDO Franky Sibarani menambahkan, kendala lain yang dialami pengusaha adalah tingginya UMP Jakarta yang menimbulkan sejumlah perusahaan memindahkan pabriknya ke wilayah Jawa Barat.

Sebelumnya, pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memindahkan pabrik dan industri ke wilayah lain. Sasarannya menurut Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama adalah Kepulauan Seribu. Untuk memenuhi kebutuhan industri Pemprov DKI telah menyiapkan 400 hektar berupa Kawasan Berikat Nusantara dan tiga pulau sebagai kawasan ekonomi khusus.
 
Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Omnibus Law untuk Siapa?

Kabar Baru Jam 13

Mengimajinasikan Ibu Kota Baru yang Cerdas dan Berkelanjutan (Bagian 2)